Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 13:11 WIB
Duh, Dana Otonomi Khusus untuk Beli Mobil Pejabat
IGN sawabi | Abi | Sabtu, 2 Januari 2010 | 16:40 WIB
|
Share:

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA
Sarana Perhubungan udara merupakan urat nadi perhubungan di Papua. Sebab itu, cuaca menjadi faktor penentu. Seperti penerbangan dari Wamena-Jayapura atau sebaliknya, bila awan sudah menutup "pintu Wamena", penerbangan pasti dibatalkan.

TIMIKA, KOMPAS.com - Pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua di Kabupaten Mimika senilai Rp 1,1 miliar yang sedianya digunakan untuk subsidi penerbangan perintis ke Distrik Jila, ditengarai bermasalah lantaran dialihkan untuk membeli mobil pejabat Dinas Perhubungan.
     
Informasi yang dihimpun di Timika, Sabtu, menyebutkan dana Rp 1,1 miliar dari sumber dana Otsus Papua tahun 2009 telah dipakai untuk membeli sebuah mobil dinas merek Toyota Rush bernomor polisi DS 5454 M seharga Rp 250 juta.
     
Mobil baru itu dipakai oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Mimika, Rachman Dukomulamo. Sedangkan sisanya digunakan untuk membiayai docking kapal LCT Karaka di Sorong sebesar Rp 500 juta, membayar honor anak buah kapal (ABK) LCT Mumuika Rp 200 juta dan biaya aparatur lainnya.
     
Padahal sesuai dokumen APBD Mimika 2009 dan Daftar Pengelolaan Anggaran (DPA) Dinas Perhubungan, seharusnya dana sebesar Rp 1,1 miliar itu digunakan untuk membiayai subsidi penerbangan perintis masyarakat ke Distrik Jila.
     
Akibat pengalihan dana Otsus tersebut, puluhan warga Jila sempat  terkatung-katung selama berbulan-bulan di Timika karena tidak ada penerbangan perintis ke kampung mereka.
     
Buntutnya beberapa waktu lalu warga Jila beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan Mimika untuk menuntut disediakannya pesawat perintis.
     
Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Soeparno kepada wartawan di Timika, Sabtu mengatakan pembelian mobil dinas pejabat dan lain-lain dari sumber dana Otsus sesuai revisi DPA yang dilakukan bulan Juli 2009. "Kami sudah lakukan revisi dan hasil revisi telah disampaikan kepada Bupati Mimika," kata Soeparno.
     
Pemanfaatan dana Otsus untuk membeli mobil pejabat dan membayar honor pegawai mendapat kritikan dari salah satu tokoh masyarak Mimika, Thomas Wanmang. "Saya sangat kecewa dan menyayangkan kebijakan Dinas Perhubungan Mimika yang memakai dana Otsus untuk beli mobil. Apakah memang peruntukan dana Otsus untuk pejabat. Pemerintah jangan tipu masyarakat," kecam Thomas.
     
Warga Jila yang sempat terkatung-katung selama berbulan-bulan di Timika akhirnya bisa kembali ke kampung halaman mereka sebelum Natal setelah Pemkab Mimika menyewa pesawat Susi Air dari Jayapura untuk mendukung program "Christmas Flight".
     
Pesawat berbadan kecil itu 20 kali terbang ke Jila untuk mengangkut masyarakat yang hendak merayakan Natal. Pasca program Christmas Flight, warga Jila kembali kesulitan mendapatkan layanan penerbangan karena ketiadaan pesawat.
     
"Dana subsidi penerbangan perintis ke Jila tidak dianggarkan dalam APBD Mimika sehingga bisa dipastikan tidak akan ada pesawat perintis yang melayani penerbangan ke Jila," kata Kasubdin Perhubungan Udara, John Rettob.

Sumber :
ANT