Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 23:36 WIB
Curanmor Gaya Baru, Pencuri Minta Uang Tebusan
IGN sawabi | Abi | Sabtu, 2 Januari 2010 | 08:48 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/IGNATIUS SAWABI
Ilustrasi

MATARAM, KOMPAS.com — Belakangan ini ada modus unik pencurian sepeda motor di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pencuri berusaha mengidentifikasi pemilik sepeda motor yang dia jarah kemudian minta uang tebusan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.
    
Selain itu, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih mendominasi kejahatan konvensional di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga akhir tahun 2009.
     
Kepala Polda NTB Kombes Arif Wachyunadi di Mataram, Sabtu (2/1/2010), mengakui terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kasus curanmor pada tahun 2009 dibandingkan tahun sebelumnya.
     
"Tahun ini kasus curanmor terdata sebanyak 824 kasus atau bertambah 366 kasus (40,77 persen) dibanding tahun 2008 sebanyak 488 kasus," ujarnya.
     
Ia mengatakan, "sumbangan" kasus curanmor terbanyak bersumber dari Polres Mataram atau ibu kota Provinsi NTB yang terdata sebanyak 262 kasus selama tahun 2009.
     
Namun, pelaku pada umumnya merupakan warga yang bermukim di kabupaten lain karena puluhan tersangka pelaku curanmor yang dibekuk aparat Polres Mataram berasal dari Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat.
     
"Kami akui, kasus curanmor masih yang paling menonjol sehingga akan ditempuh berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut," ujarnya.
     
Menurut dia, masyarakat, terutama pihak yang mengetahui jaringan pelaku curanmor, diharapkan segera memberi informasi kepada jajaran Polda NTB.
     
Pejabat polisi yang belum lama mengabdi di wilayah NTB itu berjanji akan berupaya menindaklanjuti semua keluhan masyarakat terkait curanmor jika hal itu disampaikan kepadanya.
     
"Saya minta masyarakat lebih komunikatif menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan tindak pidana curanmor itu. Kami pasti tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
     
Kepala Polda NTB itu juga berjanji akan memberantas jaringan pelaku curanmor di wilayah NTB agar masyarakat yang kehilangan sepeda motor tidak harus menebus kendaraan sendiri dari kawanan pencuri.
     
Seperti diketahui sejak beberapa tahun terakhir ini, masyarakat di Kota Mataram dan sekitarnya yang kehilangan sepeda motor masih berpeluang mendapatkan sepeda motor mereka kembali jika mau mengikuti sistem tebus.
      
Pencuri sepeda motor itu berupaya mengidentifikasi pemilik kemudian bernegosiasi agar mendapatkan uang tebusan, tetapi dengan tidak melibatkan aparat kepolisian.
     
Banyak pemilik sepeda motor yang menyetujui sistem tebus itu meskipun harus menyediakan uang tunai Rp 2 juta-Rp 3 juta daripada melibatkan aparat kepolisian, tetapi tidak mendapatkan sepeda motornya yang hilang digasak kawanan pencuri.
      
"Saya akan pelajari hal itu dan akan mengupayakan tidak terjadi lagi kesan tebus barang sendiri," ujar Wachyunadi yang menjabat Kapolda NTB sejak 30 November 2009.

Sumber :
ANT