Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 22:04 WIB
Warga Magelang Optimistis Hadapi Tahun 2010
Harry Susilo | acandra | Jumat, 1 Januari 2010 | 22:08 WIB
|
Share:

MAGELANG, KOMPAS.com -  Sebagian besar masyarakat yang merayakan pergantian tahun di Kabupaten Magelang dengan rasa optimisme untuk menghadapi tahun 2010. Mereka meyakini akan ada perubahan ke arah yang lebih baik dibandingkan tahun 2009.

Optimisme itu dikemukakan w arga yang merayakan pergantian tahun di Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, dan Dusun Tutup Ngisor, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jumat (1/1).

Sulistiyono (29), warga Dusun Kewayuhan Ngisor, Magelang, memilih merayakan pergantian tahun di Ketep Pass. Dia optimistis, tahun 2010 akan terjadi perubahan yang lebih baik karena situasi perekonomian yang mulai pulih . "Saya harapkan, rezeki yang mengalir lebih baik," ucapnya sambil tersenyum.

Misbahul Munir (28), warga Yogyakarta, juga meyakini adanya perubahan dalam hidupnya karena telah mengagenda kan pembenahan diri. Bagi Misbah, perayaan pergantian tahun bukan terletak dalam keramaian tetapi harapan-harapan yang disandarkan. "Saya akan membenahi diri agar dapat penghidupan yang lebih baik," katanya.

Kebanyakan pengunjung memilih merayakan pergantian tahun di Ketep Pass karena pesona pemandangan nya dan udaranya yang sejuk. "Apalagi cuacanya cerah, jadi bikin betah," ujar Misbah.

Pengunjung Ketep Pass umumnya berasal dari luar kota seperti Kota Yogyakarta, Temanggung, Cilacap, Semarang, Kudus, dan Jakarta.

Di Dusun Tutup Ngisor, pergantian tahun dirayakan dengan menggelar pertunjukan Wayang Orang. Meskipun dibalut dalam suasana sederhana, warga cukup antusias menyaksikan pergelaran tesebut.

Hariyono (24), memilih merayakan pergantian tahun dengan menon ton wayang karena penat dengan keramaian. Untuk itu, pertunjukan kesenian tidak hanya dilakukan dalam perayaan pergantian tahun tetapi dapat lebih intens. Hariyono optimistis, tahun 2010 menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi dirinya. "Semoga saja," ucapnya.

Anik (40), warga setempat, mengatakan, tidak perlu merayakan pergantian tahun dengan keramaian dan pesta kembang api. "Cukup dengan wayang orang saja , saya sudah senang," katanya.