Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 08:21 WIB
Tahun Baru, Pedagang Jagung Dadakan Bermunculan
Defri Werdiono | msh | Kamis, 31 Desember 2009 | 16:13 WIB
|
Share:

SAMARINDA, KOMPAS.com- Menjelang malam pergantian tahun, Kamis (31/12/2009) ini, puluhan pedagang jagung muda memadati ruas Jalan Pahlawan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka tidak hanya menjajakan jagung mentah, tetapi juga peralatan untuk membakar, termasuk arang kayu.

Para pedagang, baik yang berasal dari dalam Kota Samarinda maupun luar kota itu mulai nampak sejak Rabu kemarin. Fenomena munculnya pedagang jagung dadakan sudah ada sejak lama, dan hanya bisa ditemui ketika menjelang malam pergantian tahun. Pada hari-hari biasa, sebagian pedagang biasa kembali masuk ke dalam pasar tradisional yang ada di daerah masing-masing.

Rustam, salah satu pedagang, mengaku keuntungan yang diperoleh menjelang pergantian tahun kali ini lebih kecil dibanding tahun lalu. Meski saat itu sempat hujan dan banjir, menurut Rustam dirinya bisa mengantongi Rp 3 juta. Uang itu diperoleh dari hasil berdagang sejak pukul 15.00 hingga 03.00.

"Saya jualan sejak kemarin sore, sampai sekarang hanya dapat Rp 400.000," ujarnya, Kamis (31/12) sore. Satu buah jagung manis dari jenis bonanza rata-rata dijual Rp 2.000. Namun, karena persaingan (jumlah pedagang banyak) penjual bisa melepas dengan harga Rp 1.500. Begitu pula untuk arang kayu yang harganya Rp 5.000 per bungkus biasa dijual Rp 20.000 untuk lima bungkus.

Menurut Rustam yang mendapatkan jagung dari hasil kebun di belakanya tempatnya berjualan, jumlah penjual yang melimpah menjadi penyebab menurunnya keuntungan. Selain jagung, sebagian pedagang juga menjual kacang tanah.