PEKALONGAN, KOMPAS.com - Jenazah korban reruntuhan bangunan tambahan Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Mubasyirin (34), warga Dukuh Sibleber, Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jumat (25/12/2009) sore dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.
Jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 05.00 WIB dengan menggunakan mobil jenazah. Istri korban, Eva Susilowati (32) dan sejumlah kerabat lainnya yang ikut menjemput korban dari Jakarta tampak tabah dengan musibah yang menimpa keluarganya.
Ratusan warga Dukuh Sibleber juga mendatangi rumah duka saat jenazah Mubasyirin tiba untuk menyampaikan bela sungkawa pada keluarga korban. Suasana haru dan isak tangis menyelimuti keluarga korban, saat jenazah akan dimakamkan ke TPU setempat.
Eva Susilowati, mengatakan sejak awal keluarga korban sudah merasa khawatir terhadap keselamatan Mubasyirin dengan adanya informasi bangunan Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakpus, runtuh.
Saat itu, katanya, keluarga korban menerima informasi jika runtuhnya bangunan Pusat Grosir Metro Tanah Abang itu mengakibatkan lima korban tewas dan belasan orang luka-luka. "Kekhawatiran keluarga ternyata terbukti setelah jenazah Mubasyirin ditemukan pada Kamis (24/12/2009), sekitar pukul 11.00 WIB," katanya.
Ia mengatakan, sebelum peristiwa menimpa korban, suaminya masih mengenakan helm, jaket, dan celana warna hitam.
Suaminya, katanya, kemungkinan sudah hendak pulang setelah mengantarkan dua lusin celana jins pada pelanggan di Pasar Tanah Abang. "Suami saya berada di lantai dasar. Kios yang runtuh mulai dari kios di lantai tiga sampai lantai dasar," kata ibu dua anak tersebut.
Eva dan keluarganya menilai kejadian tersebut sebagai musibah. Namun mereka hanya menyayangkan tim petugas yang melakukan pencarian terhadap korban berjalan lamban. "Kami tidak akan menuntut ke pihak mana pun. Mungkin ini memang sudah nasib yang harus terjadi," katanya.


