JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga kini, nama artis Ayu Azhari secara resmi belum diajukan ke DPP PDI Perjuangan sebagai salah satu bakal calon Wakil Bupati Sukabumi, Jawa Barat. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo saat dikonfirmasi mengaku, nama Ayu Azhari baru sebatas ramai di koran saja terkait rencana pertarungan Pilbup Kabupaten Sukabumi, bulan Mei tahun depan.
"Saya belum tahu apa-apa. Yang saya tahu, baru ramai di koran saja," kata Tjahjo Kumolo singkat, Jumat (25/12/2009). Sedianya DPD PDI-P Jawa Barat akan mengusulkan beberapa nama ke DPP untuk diputuskan secara resmi. Bila Ayu Azhari mendapat restu, istri Mike Tramp, mantan vokalis White Lion ini kemungkinan akan mendampingi Dr Heriyanto sebagai calon bupati.
Selain Ayu Azhari, nama lain yang masuk dalam bursa cawabup Sukabumi dari PDI Perjuangan antara lain, Maman Sulaeman (mantan Bupati Sukabumi), Azis Mien Alamsyah (mantan Sekda Pemkab Sukabumi), serta Lukas Mulyana mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
Salah satu Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Agnita Singedikane saat dikonfirmasi menyatakan, ada mekanisme yang harus dilakukan oleh DPP dalam memutuskan seseorang mendapat restu maju dalam pertarungan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di beberapa tempat. Termasuk, dalam pertarungan Pilgub Sukabumi, Mei tahun depan nanti.
Khusus untuk figur Ayu Azhari, kata Agnita, DPP PDI Perjuangan tentunya akan melihat track record-nya. "DPP belum memutuskan siapa yang akan diusung. Hanya saja, yang saya tahu, Ayu Azhari itu bukan kader PDI-P dan saya belum dengar ada konstribusi Ayu Azhari kepada partai. Kami senang lah kalau memang Ayu berniat maju melalui PDI Perjuangan. Tapi, keputusan tetap di tangan DPP (PDI-P)," katanya lagi.
Keputusan DPP PDI Perjuangan untuk memberi rekomendasi seseorang maju dalam pertarungan Pilkada, Agnita menjelaskan, tidak mutlak didasari karena publik figur. Namun, ada aspek lain, salah satunya adalah penilaian masyarakat terhadap tokoh yang akan direstui. Dan tokoh yang diusung, lanjutnya, haruslah memiliki kemampuan dalam memimpin serta integritas yang tinggi.
"Pandangan masyarakat selama ini terhadap calon yang akan kita usung dalam Pilkada menjadi salah satu hal yang utama. Jadi, meski saya belum tahu apa betul Ayu Azhari akan diusulkan, tentunya DPP sudah tahu latar belakangnya. Baik buruknya figur yang akan kita usung di mata masyarakat adalah hal utama. Jadi, saya kagetlah, kok tiba-tiba muncul nama Ayu Azhari," Agnita menegaskan lagi. (Persda Network/YAT)

