Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 23:18 WIB
Keluarga Korban Tanah Abang Akui Tak Keluarkan Biaya
Nisa | wah | Kamis, 24 Desember 2009 | 19:15 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
Petugas mengevakuasi korban tewas setelah dikeluarkan dari reruntuhan bangunan Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2009)

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga korban runtuhan bangunan Pusat Grosir Metro Tanah Abang mengaku tidak mengeluarkan biaya sedikit pun untuk pengobatan keluarganya.

"Semua dibayarin proyek soalnya tadi mandornya kesini waktu kita lagi nangis-nangis," kata Nova, keluarga Agung (23), yang saat ini masih dirawat di RSUD Tarakan, Kamis (24/12/2009), di Jakarta.

Sampai saat ini korban yang berada di RS Jakarta dan RSUD Tarakan masih ditunggui keluarganya. Mereka belum tahu sampai kapan keluarganya akan dirawat.

Sama halnya seperti keluarga Agung, keluarga Ridwan Firdaus, juga mengaku tak mengeluarkan biaya. "Udah diurus sama proyek, kemaren mandornya ke sini bolak-balik," kata Basuni, ayah Ridwan yang ditemui di RS Jakarta.

Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebelumnya telah mengatakan bahwa biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Seperti telah diberitakan sebelumnya runtuhan bangunan tambahan tersebut mengakibatkan korban tewas dan luka-luka.

Tadi siang telah ditemukan dua korban lagi yang masih berada di dalam reruntuhan. Korban tersebut menambah jumlah korban tewas, dari sebelumnya tiga menjadi lima orang.