GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Untuk melestarikan budaya Jawa, beberapa gereja Katolik maupun gereja Kristen di Gunung Kidul, DI Yogyakarta telah menyiapkan beberapa jadwal ibadah dengan nuansa budaya Jawa. Saat ini, umat Kristiani di wilayah pedesaan di Gunung Kidul sudah mulai mempersiapkan diri jelang perayaan Natal.
Gereja Katolik Pulutan, Wonosari, misalnya, mengusung misa malam Natal dengan iringan gamelan dan dilayani oleh pastor yang berpakaian tradisi Jawa. Kami ingin mengukuhi budaya Jawa, ujar Romo Paroki Gereja Katolik Santo Petrus Kanisius Wonosari Agustinus Nunung Wuryantoko, Selasa (22/12/2009)
Gereja Kristen Jawa di Desa Karangnongko, Giripurwo, Purwosari berencana akan menggelar perayaan Natal dengan perjamuan kudus menggunakan ingkung ayam dan nasi gurih. Perayaan Natal kali ini juga diramaikan dengan beragam aksi sosial seperti pembagian sembako atau makanan gratis bagi kaum miskin.
Umat Kristian juga mengedepankan gotong royong untuk beragam kegiatan persiapan Natal. Sejak awal pekan ini, beberapa gereja sudah berbenah d engan pemasangan dekorasi Natal maupun pembersihan lingkungan gereja dengan cara gotong royong.
Pada Selasa (22/12), warga di Dusun Mendak, Desa Girisekar, Panggang, misalnya, bekerja bakti membersihkan gereja sekaligus menata dekorasi Natal. Kekuatan gereja di daerah pedesaan terletak pada masih tingginya semangat gotong royong, ujar Pendeta Gereja Kristen Jawa, Kecamatan Panggang, Subagyo.
Menurut Subagyo, tingginya semangat gotong royong sekaligus bisa menghemat biaya persiapan perayaan Natal maupun perayaan ibadah jelang tahun baru. Selain gereja Kristen protestan, gereja Katolik di Gunung Kidul juga berbenah jelang Natal dengan mengedepankan semangat gotong royong.


