KOMPAS.com - Gubernur Jatim Soekarwo mengharapkan terbentuknya Lembaga Penjaminan Kredit Jatim dengan modal Rp 358 miliar dapat memberikan jaminan bagi 4,2 juta Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jatim. Masalahnya, 70 persen UMK di Jatim selama ini tak dapat mengakses layanan kredit perbankan.
"Intervensi pemerintah kepada masyarakat miskin adalah keharusan jika Jatim ingin maju. Pemerintah harus mengintervensi mereka supaya menjadi efisien," ujarnya, Senin (21/12/2009) di Surabaya.
Hambatan terbesar para pelaku UKM adalah persoalan permodalan. Perbankan seringkali mengharuskan para pemohon kredit untuk menyiapkan agunan, padahal sebagian besar UKM memiliki keterbatasan aset dan permodalan.


