MALANG, KOMPAS.com - Hati-hati jika Anda ditawari minyak goreng (migor) curah dalam kemasan jirigen dengan harga murah. Jangan mudah terpikat dan jangan ragu untuk memeriksanya, karena bisa jadi yang ditawarkan si penjual bukan migor, hanya cairan yang mirip minyak goreng.
Seperti dilakukan Anjan (45). Pria asal Madiun yang tinggal tanpa alamat jelas di wilayah Kota Malang ini tercatat sudah tujuh kali melakukan penipuan, yakni menjual migor palsu dalam jirigen yang dioplos dengan air keran yang diberi zat pewarna kuning.
Untung saja, penipuan yang dilakukan Anjan berhasil terhenti. Hariadi, penjual ikan di Pasar Sawojajar yang pernah menjadi korban penipuan minyak goreng palsu mengenali sosok Anjan. Anjan pun akhirnya diringkus petugas Polsekta Kedungkadang, Kota Malang, Kamis (17/12).
Dihadapan penyidik, Anjan mengatakan untuk menarik pembeli, minyak goreng satu jirigen ukuran lima liter ia tawarkan murah, Rp 25.000, sementara harga di pasaran mencapai Rp 50.000. Agar tidak curiga, ia mengemas dengan jirigen putih yang kusam dan kemudian dimasukkan ke tas plastik hitam.
“Jirigen diisi air yang sudah dipewarna kuning, setelah hampir penuh dimasukkan minyak gorengnya. Sehingga kalau diangkat dari tas kresek terlihat minyak gorengnya. Padahal bawahnya adalah air. Lalu buru-buru dimasukkan lagi agar pembeli tidak curiga,” jelas Kapolsekta Kedungkandang AKP Anang Tri Hananta, Jumat (18/12).
Anjan, yang mengaku tiap hari tidur diemperan toko di kawasan Jl Gatot Subroto mengatakan, ide menjual oplosan migor muncul saat ia melihat tumpukan jirigen minyak di pasar yang saat itu kebetulan terisi air. “Massa jenis minyak lebih ringan dari air membuat minyak berada di atas meski dicampur air, sejak itu saya kepikiran ngoplos minyak goreng dengan air,” kata Anjan. why


