Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:18 WIB
Satu Suro, Giliran Kampus Akbid Dibobol
| tof | Minggu, 20 Desember 2009 | 23:11 WIB
|
Share:

KEDIRI, KOMPAS.com - Kampus Akademi Bidan (Akbid) Pamenang Pare, Kediri Jawa Timur disatroni pencuri, Jumat (18/12) dini hari. Tiga laptop dan satu komputer senilai Rp 40 juta pun raib digondol para pencuri itu.

Akademi milik Pemkab Kediri yang bernaung di bawah RSUD Pare ini sekarang kebingungan, karena seluruh data dan dokumen penting yang disimpan di komputer itu ikut lenyap.

Musibah yang menimpa lembaga pendidikan milik Pemkab Kediri ini adalah yang kedua kalinya. Setahun lalu, Akademi Perawat (Akper) Pamenang juga dibobol pencuri. Uniknya, keduanya sama terjadi saat tanggal 1 Suro (tahun baru Jawa). “Dulu saat Suroan, Akper Pamenang yang digarong. Sekarang Akbid Pamenang,” kata Ranu, salah satu petugas keamanan Akbid, Sabtu (19/12).

Pria yang mengaku sebagai satpam di Akbid yang beralamat di Jl Mahakam, Bendo Pare tersebut menolak pencurian di kampusnya diekspos. Ranu meminta agar data dan pemberitaan langsung melalui polisi.

“Jumat (18/12) sore, polisi sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” kata Ranu kembali.
Diduga pencuri yang menyatroni kampus berlokasi di bekas SMEA 17 Bendo ini, diperkirakan lebih dari tiga orang. Minimnya pengawasan terhadap kampus menyebabkan pencuri dengan leluasa mengacak-acak kampus dan menggasak benda-benda berharga.

Jumlah kerugian yang hampir sama juga dialami Akper Pamenang saat digarong tanggal 1 Suro tahun lalu. Dua laptop dan lima komputer milik Akper yang berlokasi di Jl Soekarno Hatta Pelem tersebut disikat pencuri. “Setidaknya ini terkait karena Akper dan Akbid kebobolan saat Suro,” kata Kapolsekta Pare, AKP Agus Garbo.

Dipastikan, kawanan pencuri masuk lewat sisi atau belakang gedung yang tanpa pagar. Setiap ruangan kampus berjendela nako dengan ketinggian dua meter.

Dari jendela inilah, para pencuri dengan mudah masuk ruangan. Mereka juga tahu ruang yang dijadikan kantor dosen itu terdapat komputer. “Saya lihat pintu kantor rusak dan tak lagi terkunci. Ternyata jendela juga sudah dirusak,” kata Suraji, 45, penjaga kampus.

Suraji mengetahui kampusnya kebobolan pada Jumat (18/12) sekitar pukul 15.00 WIB. Hari itu libur, sehingga Suraji datang untuk mengecek kampusnya pada siang hari.

Agus Garbo menyatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi nama-nama yang dicurigai terlibat. Tidak hanya menggarong kampus, tapi juga menggarong rumah warga di Sambirejo belakangan ini. “Pelaku berlogat bahasa Indonesia luar Jawa,” kata Agus. k2

Sumber :
Surya