BOYOLALI, KOMPAS.com - Partai Golkar cenderung berkoalisi dalam menghadapi 17 pemilihan kepala daerah di Jawa Tengah pada tahun 2010. Namun, teknis penyaringan bakal calon dan pembagian kewenangan antara dewan pengurus pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota masih menunggu petunjuk pelaksanaan yang akan diterbitkan paling lambat pertengahan Januari.
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Jawa Tengah M Iqbal Wibisono mengutarakan hal itu di sela-sela Musyawarah Daerah Partai Golkar Kabupaten Boyolali, Minggu (20/12). Menurut dia, hal ini tidak terlepas dari hasil pemilihan lalu di mana tak ada di satu kabupaten atau kota pun di Jawa Tengah, Partai Golkar merebut 30 persen suara.
"Dari 35 kabupaten dan kota, sebenarnya ada 14 daerah di mana Partai Golkar bisa mengusung calon sendiri. Namun, kami tetap berkeinginan koalisi dengan parpol lain. Syukur kalau calon bupatinya dari Golkar, sedangkan wakilnya dari parpol lainnya. Ini agar pemerintahan bisa berjalan dengan baik," ujar Iqbal.
Menurut dia, pihaknya menargetkan paling tidak tujuh daerah yang saat ini bupati atau wali kotanya berasal dari Partai Golkar bisa tetap dipertahankan, yakni dari Boyolali, Klaten, Kendal, Purworejo, Blora, Grobogan, dan Kota Pekalongan. Dia berharap tahun 2010, jumlah daerah dengan kepala daerah dari Golkar bisa bertambah.


