Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 08:11 WIB
Terobos Palang Pintu Kereta, Wasino-Swantari Tewas Tergilas
Mohamad Final Daeng | Abi | Sabtu, 19 Desember 2009 | 13:24 WIB
|
Share:

ILUSTRASI

SLEMAN, KOMPAS.com — Dua pria yang berboncengan sepeda motor mengalami nasib naas, Sabtu (19/12/2009). Keduanya tewas tertabrak kereta api Prambanan Ekspres jurusan Yogyakarta-Solo saat akan melintas di perlintasan 318 Dusun Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30. Kedua pria diketahui bernama Wasino (26), warga Desa Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah, dan Swantari, warga Gondokusuman, Yogyakarta.

Dari keterangan saksi mata yang dihimpun kepolisian, diketahui bahwa keduanya tengah berboncengan dari arah selatan menuju utara melewati perlintasan kereta api tersebut. Palang pintu pengaman perlintasan saat kejadian sudah hampir menutup karena KA Prameks dari arah timur (Solo) menuju Yogyakarta (barat) akan lewat.

Namun, Wasino yang mengendarai motor itu tidak menghiraukan peringatan yang diberikan petugas penjaga perlintasan. Mereka pun berusaha menerobos palang pintu. Karena kereta api sudah begitu dekat dan melaju kencang, tabrakan pun tak terhindarkan.

Sepeda motor Honda GL Pro bernomor polisi AD-3659-WJ itu tergilas dan sempat terseret sejauh 10 meter sebelum KA bernomor lokomotif 751 itu bisa berhenti. Keduanya pun langsung tewas di tempat dan sepeda motor ringsek tak berbentuk.

Kepala Unit Patroli Polsek Prambanan Inspektur Dua Bisri Mustofa mengatakan, kedua korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta untuk diotopsi sebelum diserahkan ke keluarga.

Lebih jauh, Bisri mengatakan bahwa sementara ini pihaknya menyimpulkan, kejadian itu murni kecelakaan akibat kelalaian pengendara sepeda motor. Pengendara dinilai tidak menghiraukan palang pintu dan peringatan di perlintasan KA sehingga menyebabkan kecelakaan.

Terpisah, Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto mengatakan, kejadian itu merupakan kejadian pertama di sekitar perlintasan 318. Ia mengatakan, selama ini pengamanan perlintasan KA di wilayah itu relatif lengkap dengan penempatan petugas penjaga, rambu-rambu, dan palang pintu kereta.

"Hal ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar senantiasa mematuhi semua rambu peringatan di perlintasan. Jangan hanya berpatokan pada palang pintu," kata Eko.