ENDE, KOMPAS.com - Dampak badai tropis Laurence juga dirasakan di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggra Timur berupa angin kencang yang bertiup sekitar pukul 08.00 wita, Kamis (17/12/2009).
Hal itu mengakibatkan satu pohon kapuk besar setinggi 10 meter-an, di Jalan Prof Dr WZ Yohanes, persisnya sekitar 15 m dari posisi perempatan jalan setempat tumbang. "Untung saja waktu pohon tumbang tidak ada kendaraan. Kalau ada pasti ada korban," kata Jordi, warga Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Eltari Kupang, Agus Tjatur Iswahyuanto membenarkan angin kencang yang terjadi di Ende itu pengaruh dari badai tropis Laurence yang berasal dari perairan Australia.
Potensi dampak cuaca buruk dapat berupa angin kencang, hujan lebat, guntur, maupun gelombang laut tinggi. Makin dekat suatu wilayah dengan pusat badai tentu dampaknya akan makin kuat. "Letak NTT juga berdekatan dengan Australia. Jadi wilayah NTT baik di utara, maupan selatan akan merasakan dampaknya," kata Agus.
Namun menurut Agus, posisi hari ini badai tropis Laurence telah bergerak ke darat di sebelah barat Australia. Apabila dalam dua hari ke depan pergerakannya tidak lagi ke laut, maka badai itu akan punah.
Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta memprediksi dampak cuaca dari badai tropis Laurence, gelombang laut dengan tinggi 3-4 meter di Laut Timor Selatan NTT, perairan selatan Kupang-Pulau Rote, dan Samudera Hindia Selatan NTT.


