Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 17:10 WIB
Seusai Bunuh Istri, Sukirno 9 Jam Panjat Pohon Kelapa
IGN sawabi | Abi | Kamis, 17 Desember 2009 | 15:28 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/M SUPRIHADI
Ilustrasi

MEDAN, KOMPAS.com — Sukirno (37), penduduk Dusun III, Desa Duren Sembilang, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumut, yang membunuh istrinya, Marlis (35), melarikan diri dengan memanjat pohon kelapa hampir selama sembilan jam, Kamis (17/12/2009).
     
Sutini, kakak ipar tersangka di Pancurbatu, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB ketika terdengar jeritan anak pertama yang bernama Ayu.
     
Sutini, yang tempat tinggalnya tidak jauh dari rumah itu, merasa heran dengan jeritan itu. Dia segera datang dan menemukan adiknya, Marlis, yang juga istri tersangka, telah terkapar dan berlumuran darah.
     
Dari keterangan Ayu diketahui, Marlis dibunuh tersangka yang merupakan ayahnya yang melarikan diri ke belakang rumah. Setelah dilihat ke belakang rumah, Sukirno didapati berada di atas sebatang pohon kelapa dengan ketinggian sekitar 12 meter dengan memegang sebuah golok.
     
Sukirno tetap berada di atas pohon kelapa itu meski warga dusun yang telah banyak berkerumun berulang kali membujuknya untuk turun.
     
Personel Polsekta Pancurbatu yang turun ke lokasi kejadian setelah mendapatkan informasi dari warga juga tidak berhasil membujuk tersangka untuk turun dari pohon kelapa setinggi 12 meter tersebut. Bahkan, tersangka juga tidak memedulikan bujukan orangtuanya, Sukiyem (80), sehingga tetap berada di atas pohon kelapa itu hingga sekitar pukul 14.00 WIB.
     
Menurut Sutini, pihaknya menduga Sukirno mengalami tekanan jiwa sehingga suka berdiam diri dan berkurung dalam rumah dalam waktu belakangan ini.

Sumber :
ANT