Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 18:47 WIB
Truk itu Tak Bisa Berhenti Mendadak, Muji Pun Terlindas
| bnj | Rabu, 16 Desember 2009 | 18:32 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi

TEGAL, KOMPAS.com - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinamika Kota Tegal, Jawa Tengah, bernama Mujiyanto (17) tewas terlindas truk gandeng di jalur pantura, depan Pasar Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Rabu (16/12).

"Korban tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi kepala dan tubuhnya mengalami luka berat akibat tertindas truk gandeng bernopol K 1936 BA," kata saksi mata yang juga warga setempat Wanto (41) di Tegal.

Korban merupakan warga Jalan Sunan Muria, Desa Kaligangsa Kulon, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Menurut Wanto, kecelakaan bermula saat korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra X B 6238 BCV untuk ke sekolahnya.

"Siswa jurusan teknik mekanik otomotif itu hendak mendahului sebuah bus yang juga melaju kencang," katanya.

Ketika korban mulai mendahului bus, tiba-tiba setang sepeda motornya menyerempet bus itu. "Karena korban terkejut dan tidak bisa mengendalikan sepeda motornya, korban pun terjatuh," katanya.

Tiba-tiba dari arah belakang sebuah truk gandeng yang dikemudikan Sarwono (43) warga Pati, melintas dengan kencang, sehingga korban terlindas truk tersebut.

"Jarak korban dengan truk terlalu dekat, akibatnya truk itu melindasnya karena tak dapat berhenti mendadak," katanya.

Kejadian itu sempat membuat macet jalur pantura hingga beberapa menit, akibat kerumunan warga dan pengguna jalan lainnya di lokasi kejadian.

Sejumlah warga segera melarikan jasad korban ke Rumah Sakit Islam (RSI) Harapan Anda Kota Tegal untuk proses pemeriksaan.

Beberapa menit kemudian, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tegal tiba di lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satuan Lalu Lintas Polresta Tegal, Ipda Agus Awan mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kecelakaan tersebut.

"Di antara penyelidikan yang kami lakukan adalah mengamankan sopir truk untuk dimintai keterangan," katanya.

Sumber :
ANT