Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:54 WIB
Awalnya, Maling yang Ini Galak Sekali
| Abi | Rabu, 16 Desember 2009 | 08:17 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/IGNATIUS SAWABI
Ilustrasi

SIDOARJO, KOMPAS.com — Meski tepergok hendak mencuri sepeda motor, Imam Nurul Fadli (28) nekat menggertak korbannya. Warga Desa Ponokawan RT 1 RW 1 Krian ini pun babak belur dihajar massa. Hal itu terjadi setelah M Yasir (41) berteriak meminta tolong saat Honda Revo W 5359 XV miliknya hendak dibawa kabur, Selasa (15/12/2009).

Informasinya, korban yang tinggal di Desa Plumbungan RT 1 RW 1 Sukodono semula tidak tahu jika sepeda motornya hendak dicuri. Pukul 05.45, seusai shalat subuh, korban bersantai di dalam kamarnya. Istri korban, Sukowinati (35), bersiap memasak di dapur.

Yasir tidak curiga saat mendengar suara pintu dibuka. "Saya kira suara pintu dapur," katanya di Mapolsek Sukodono. Dia baru keluar kamar setelah mendengar suara gesekan besi yang ternyata penyangga sepeda motor.

Begitu menuju ruang tamu, korban melihat bayangan seseorang tengah mengeluarkan sepeda motor. Guru SMP ini lantas berusaha mencegah dan merebut sepeda motor itu. Tak dinyana, pelaku malah membentak dengan menyatakan sepeda motor itu miliknya. Korban dan pelaku lantas saling menarik sepeda motor. Karena kesal, sontak korban berteriak minta tolong.

Warga pun berhamburan ke rumah korban. Fadli langsung dihajar ramai-ramai hingga kepala, wajah, dan kakinya terluka. Beruntung, beberapa warga mencegah aksi massa lebih lanjut dengan membawa tersangka ke Mapolsek Sukodono. "Saat kami periksa, terungkap dia pernah beraksi empat kali," kata Kapolsek Sukodono AKP Kasiani. (ST3)

Sumber :
Surya