SEMARANG, KOMPAS.com - Nasabah Bank BCA, Sukalil (55), Senin (14/12) dirampok saat berhenti di pertigaan Terminal Terboyo Semarang usai mencairkan cek Rp 85 juta milik perusahaan tempat ia bekerja, PT.Cimoko Makmur Corporatama.
Korban yang beralamat di Gayamsari, Semarang Timur menjelaskan, beberapa saat sebelum perampokan dia mencairkan cek perusahaan dan mentransfer sebagian uang tersebut ke empat rekening perusahaan rekanan.
Setelah mentransfer, masih ada sisa uang sebesar Rp 33 juta yang disimpan di dalam tas dan rencananya akan dibawa ke kantor tempat ia bekerja.
Dalam perjalanan menuju kantor, korban yang mengendarai sepeda motor berhenti di pertigaan Terminal Terboyo Semarang karena lampu pengatur lalu lintas menyala merah.
"Tiba-tiba dari arah belakang muncul dua orang tidak dikenal berboncengan sepeda motor memepet saya dan langsung mengancam serta memutus tas berisi uang dengan menggunakan senjata tajam jenis parang dan kemudian kabur," katanya.
Menurut korban, salah seorang perampok sempat menyabetkan parang ke arahnya, namun korban dapat menghindar meskipun harus jatuh ke jalan raya.
"Saya sempat berteriak minta tolong tapi tidak ada orang yang menghiraukan," ujar korban yang menderita luka lecet akibat terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya.
Akibat perampokan yang terjadi di tengah jalan tersebut, perusahaan tempat korban bekerja menderita kerugian sebesar Rp 33 juta dan enam BPKB truk baru merek Hino.
Jajaran Polsek Genuk dan Polres Semarang Timur segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari beberapa saksi mata di sekitar lokasi perampokan.
Kapolres Semarang Timur AKBP Kukuh Kalis mengatakan, masih menyelidiki kasus perampokan terhadap nasabah bank ini dan berusaha melakukan pengejaran di beberapa tempat yang digunakan sebagai tempat persembunyian.
"Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan segera menindaklanjuti kasus perampokan ini dengan bekerja sama dengan jajaran Polres lainnya karena tidak menutup kemungkinan pelaku perampokan kabur keluar kota," katanya.


