BOGOR, KOMPAS.com - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) bekerjasama dengan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Bogor memberikan pembekalan politik bagi perempuan generasi muda, sepanjang Kamis (10/12/2009) di Balai Kota Bogor. Tujuannya, untuk terjadinya keperimbangan ideal di pentas politik Indonesia ke depan.
"Potensi perempuan sangat besar, sebagaimana dibuktikan pada setiap pelaksanaan pemilihan umum. Jumlah perempuan yang punya hak pilih sangat besar. Namun, kekuatan itu belum memberi pengaruh kuat dan signif ikan pada perkembangan politik di Indonesia," kata Staf Ahli Wali Kota Bogor Bidang Hukum dan Politik, Rafinus Sukri, yang membuka kegitan tersebut.
Kuantitas dan kualitas perempuan di dunia politik saat ini, kata Rafinus, masih sangat terbatas, akibat masih sedikitnya perempuan yang aktif di oraganisasi politik maupun kemasyarakata n. Jadi, tidak heran kalau kuota 30 persen politis perempuan di legislatif, masih sulit untuk dipenuhi.
Untuk Kota Bogor, lanjut Rafinus, ada sedikit kemajuan. Perempuang anggota DPRD periode 2009 2014 naik menjadi delapan orang atau 17,6 persen dari total jumlah anggota dewan (45 orang). Periode sebelumnya, 2004 2009, hanya lima orang (11,9 persen).
"Adapun mengenai 100 perempuan yang ikut pembekalan politik tersebut, semuanya berasal dari pengurus sejumlah organisasi kepemudaan. Kegiatan kami ini bertujuan agar kualitas generasi muda, khususnya perempuan, meningkat. Sehingga, meningkatkan keterwakilan, posisi, peran, dan komposisi perempuan muda di bidang politik," kata Kepala BPMKB Kota Bogor Nia Kurniasih.
Sedangkan Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Bogor Ariana E Suryaman mengatakan, kegtan semacam ini sudah sering dan akan terus sering dilaksanakan KPPI. Sasaran kegiatan pelatihan bidang politik ini adalah perempuan kader partai politik, pengurus organisasi kemasyarakatan dan perempuan, serta para perempuan calon anggota legislatif.


