Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 20:34 WIB
Stok Pohon Omot di Gunung Kidul Kurang
Lukas Adi Prasetya | wah | Kamis, 10 Desember 2009 | 18:52 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYA
Bupati gunung kidul Suharto (membungkuk) mencanangkan simbo lis program One Man One Tree Tingkat Kabupaten Gunung Kidul di Telaga nanas, Dusun Dringo, Girijati, Purwosari, Kamis (10/12). Gunung Kidul mendapat bantuan 141.000 bibit dari pemerintah pusat, dan akan ditanam di musim penghujan.

GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Antusiasme masyarakat Gunung Kidul merespons program One Man One Tree atau OMOT dari pemerintah, ternyata tinggi. Tercatat sudah 800.000-an bibit pohon diminta oleh masyarakat dan kelompok masyarakat, padahal yang disediakan Pemkab Gunung Kidul hanya 150.000 bibit.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunung Kidul Anik Endarwati, jatah dari pemerintah pusat untuk OMOT hanya 141.000 bibit. Namun ada tambahan 9.000 bibit pohon yang diupayakan sendiri oleh pemkab dan bantuan dari pihak lain. Beberapa jenis pohon ini, adalah jati, sengon, petis, dan sukun. Terbanyak, atau sekitar 60 persen adalah jati.

"Kami masih berupaya agar mendapat tambahan bibit pohon. Namun kami berharap agar masyarakat juga mulai berswadaya untuk mengadakan bibit. Sebab, Gunung Kidul benar-benar perlu menggencarkan reboisasi dan rehabilitasi lahan," ujar Anik, di sela-sela Pencanangan OMOT Tingkat Kabupaten, di Telaga Nanas, Dusun Dringo, Girijati, Purwosari, Kamis (10/12/2009).

Dari 141.000 bibit yang berumur 4 bulan ini, 4.000 bibit di antaranya suda h ditanam di Girijati. Bibit yang lain segera di tanaman. Pengelolaan pohon-pohon itu nantinya diserahkan ke masyarakat, kelompok masyarakat, sekolah, desa, dan sejumlah dinas dan instansi pemerintah.

"Setiap tiga bulan, mereka mesti melaporkan perkembang an bibit pohon yang ditanam. Ini penting agar kami mendapat gambaran bagaimana kondisi pohon, tumbuh atau tidak. Laporan akan kami teruskan ke pusat, sehingga perkembangan OMOT terpantau," papar Anik.

Bupati Gunung Kidul Suharto, dalam sambutannya, mengat akan, penanaman pohon di lahan-lahan kritis akan merehabilitasi lahan sehingga lebih subur. "Masalah kelangkaan air, sedikit banyak jua akan berkurang. Saat ini masih ada 15.000-20.000 hektar lahan di Gunung Kidul yang masih perlu ditanami pepohonan sehingga hijau," kata Suharto.

Kadari, kepala Dusun Dringo, mengatakan, usai penanaman, dirinya akan berembug dengan warga agar perawatan pohon-pohon ini bisa teratur dan ada pihak yang bertanggung jawab. Ia yakin jika pohon-pohon ini tumbuh besar nanti, maka air tanah akan lebih banyak. "Daerah ini tentunya juga akan lebih sejuk, dan potensi longsor akan berkurang," ujar Kadari.