KARAWANG, KOMPAS.com - Ida Farida (24), tenaga kerja wanita (TKW) asal Dusun Cilogo, Desa Medang Asem, Kecamatan Jayakerta, mengaku disiksa majikannya di Yordania, setelah diduga mencuri perhiasan dan uang.
"Anak saya tidak tahan selalu mendapat siksaan dari majikannya, jadi terpaksa berusaha kabur dengan nekat lompat dari lantai tiga, hingga akhirnya cedera," kata Sarinem, ibu korban, di Karawang, Kamis (10/12/2009).
Kasus yang menimpa Ida tersebut sempat berlanjut hingga ke pengadilan negeri setempat, tapi majelis hakim dalam persidangan itu menyatakan Ida tidak terbukti bersalah.
Setelah itu, Ida pun kembali bekerja di rumah majikannya. Namun, TKW asal Karawang tersebut menderita karena selalu disiksa oleh majikannya. Akibat berbuat nekat dengan cara melompat dari lantai tiga, Ida mengalami luka-luka di bagian kaki kiri dan pinggang. Ida baru sampai ke tanah kelahirannya pada Selasa (8/12) malam.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang, RM Adilhati Kosyungan, mengaku belum mendapatkan laporan mengenai kasus yang menimpa Ida. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pengecekan tentang kasus tersebut.
Sesuai dengan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, kasus yang menimpa TKI asal Karawang, di luar negeri pada 2009 ini meningkat dibandingkan kasus TKI yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kasus TKI asal Karawang sejak Januari hingga November 2009 yang terdata di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencapai 40 kasus. Sedangkan selama 2008 sebanyak 39 kasus, dan pada 2007 hanya tercatat 17 kasus.
Rata-rata, jenis kasusnya ialah tidak diberikan gaji, pelecehan seksual, penyiksaan, hingga kematian yang menimpa TKI (akibat bunuh diri, sakit dan kecelakaan).

