TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Dua orang yang mengaku sebagai dukun dan dapat menggandakan uang ditangkap anggota Polsek Bukit Bestari karena diduga telah menipu seorang warga sebesar Rp 100 juta.
"Mereka dibekuk di tempat tinggalnya tiga hari lalu. Yet tinggal di Jombang, sementara Puj di Tulungagung," kata Kapolsekta Bukit Bestari, AKP Lukas Ginting, Senin.
Yet (60) dan Puj (44), kedua "dukun pengganda uang" itu, sempat membawa kabur uang milik Devi Rizky Venesinta (29). Yet dan Puj dibantu Hz dalam melancarkan aksi penipuannya. Hz yang masih dalam pengejaran polisi ternyata orangtua angkat korban.
Yet dan Puj mulai berkenalan dengan korban pada 8 September 2009 di Batam. Kedua orang itu menyatakan dapat menggandakan uang sebanyak sepuluh kali lipat dari yang diserahkan korban. Korban dijanjikan akan mendapatkan uang sebesar Rp 1 miliar.
"Hz dan istrinya mendorong korban agar mempercayai paranormal tersebut," kata Ginting.
Dia mengatakan, korban tartarik pada Yet dan Puj setelah keduanya memamerkan kebolehannya menggandakan uang dari berjumlah Rp 50 ribu menjadi Rp 500 ribu. Sekembalinya dari Batam, Devi yang warga Jalan Sei Jang, Tanjungpinang, kemudian menggadaikan sertifikat rumah miliknya seharga Rp 100 juta.
Ia pun lalu mengundang Puj dan Yet datang ke rumahnya pada 17 September 2009. Saat itu, korban menyerahkan uang Rp 100 juta itu kepada kedua tersangka. Prosesi ritual pun kemudian dilakukan kedua tersangka.
Sekitar tiga jam Yet dan Puj melakukan ritual di dalam kamar korban. Saat akan pulang, mereka berpesan kepada Devi supaya jangan sekali-kali membuka bungkusan yang diletakkan di bawah ranjang sebelum jangka waktu satu bulan.
Korban percaya. Tetapi itu hanya bertahan selama dua hari. Korban merasa perasaannya tidak enak. Bungkusan berupa celana pendek dan kaos oblong pembungkus uangnya itu dia buka. Nyaris saja pingsan korban ketika melihat isi bungkusan itu.
Di dalamnya ternyata berisi tiga tumpuk kertas karton yang ditimpa uang asli masing-masing pecahan Rp 50.000. "Korban pun saat itu langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Bukit Bestari," ujarnya.


