PADANG, KOMPAS.com — Wali Kota Padang Fauzi Bahar nyaris tersiram air cabai oleh pedagang yang melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Sumatera Barat, Senin (7/12). Dari pemantauan, terlihat para pedagang yang sebelumnya tidak bisa masuk tiba-tiba berhasil masuk Gedung DPRD Sumatera Barat melalui pintu lain.
Aksi untuk rasa itu sendiri berlangsung sejak pagi ketika berlangsung uparaca pelantikan Gubernur Sumbar Marlis Rahman menggantikan Gamawan Fauzi yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri. Gamawan sendiri memimpin upacara pelantikan itu.
Seusai acara pelantikan, Wali Kota Padang Fauzi Bahar keluar dari gedung, dan para pedagang yang sudah sejak lama menunggu langsung menyerbu ketika melihat wali kota hendak naik ke mobil dinas.
Salah seorang pengunjuk rasa menyiramkan air cabai ke arah Fauzi, tetapi justru mengenai Wakil Kepala Kepolisian Kota Besar Padang Ajun Komisaris Besar Wisnu Handoko. Celana dinas Wisnu pun basah dengan air cabai yang disiramkan salah seorang pengunjuk rasa.
Polisi harus berkeja keras untuk menyelamatkan Fauzi dari amukan massa yang terus mendekat. Dengan susah payah, polisi akhirnya berhasil menggiring keluar mobil yang ditumpangi Fauzi keluar halaman Gedung DPRD.
Menurut Wisnu, polisi sudah mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi pada acara pelantikan Gubernur Sumbar. "Kami sudah menyiapkan 552 personel dari kepolisian untuk antisipasi kemungkinan yang akan terjadi pada acara pelantikan Gubernur Sumbar," kata Wisnu.
Menurut dia, pihaknya sudah mendapatkan kabar akan ada unjuk rasa yang dilakukan pedagang Pasar Raya Padang untuk mendesak Fauzi agar membongkar akses jalan masuk ke Pasar Raya Padang. Sebab, sejak penutupan akses itu, omzet penjualan para pedagang pada umumnya menurun.
"Dalam sebuah unjuk rasa, kejadian seperti ini adalah biasa, dan kami tidak akan menuntut sehubungan dengan peristiwa tersebut. Para pedagang mungkin kesal tidak dapat berdialog secara langsung dengan Wali Kota Padang Fauzi Bahar," katanya.

