
PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bangka Belitung (Babel), mencatat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sebanyak 20 orang meninggal dunia akibat menderita AIDS.
"Dalam kurun tiga tahun terakhir sebanyak 20 orang warga Babel meninggal dunia akibat diserang AIDS dan Babel menempati urutan 22 kasus AIDS secara nasional," kata pengelola KPA Babel, Feri di Pangkalpinang, Rabu.
AIDS adalah sindrom menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV.
Ia menjelaskan, penderita HIV/AIDS yang masuk dalam pengawasan konseling terdapat sebanyak 28 penderita."Dari 28 orang itu, sebanyak 19 orang positif terserang virus HIV dan sembilan orang dinyatakan positif terjangkiti AIDS," ujarnya.
Ia menyatakan, usia rentan tertular HIV/AIDS berkisar antara 15 hingga 35 tahun yang tertular dari seks bebas atau gonta ganti pasangan dan melalui obat terlarang jenis narkoba. "Kami masih mengalami kendala dalam menanggulangi penderita HIV/AIDS di daerah itu karena penderitanya kurang terbuka dan malu menyampaikan secara jujur penyakit berbahaya yang dideritanya," ujarnya.
Namun demikian, pihaknya terus melakukan sosialisasi terhadap bahaya HIV/AIDS dengan melakukan penyuluhan dan penyebaran stiker dan pamplet tentang stop pergaulan bebas yang dapat mendatangkan HIV/AIDS.
"Kami mengharapkan bantuan berbagai pihak untuk peduli dalam penanggulangan penyakit berbahaya ini sehingga dapat menekan angka penderita AIDs di Babel," ujarnya. Pihaknya juga terus melakukan pembinaan terhadap penderita HIV/AIDS dengan bimbingan konseling untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan menatap masa depannya yan lebih cerah.
"Kami terus melakukan bimbingan konseling dengan memberikan semangat dan tidak mudah putus asa dengan penyakit berbahaya yang dideritanya," ujarnya.