Jumat, 29 Agustus 2014

News / Regional

Enam Balita Diduga Gizi Buruk

Rabu, 2 Desember 2009 | 23:30 WIB

PACITAN, KOMPAS.com - Sedikitnya enam anak balita di Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan Jawa Timur, mengalami keterlambatan pertumbuhan akibat gizi buruk. Kenyataan ini baru diketahui Bupati Pacitan Suyono saat melakukan tilik warga "gerbang emas terpadu" di Desa Wora-wari, Kecamatan Kebonagung, Rabu siang.
     
Saat itu, seorang warga mengeluhkan kondisi anaknya yang mengalami keterlambatan pertumbuhan. Keluhan itu lalu ditimpali pengaduan warga lain yang menyebut adanya beberapa balita lain yang diduga menderita gizi buruk.

"Anak-anak ini akan diberi layanan kesehatan gratis," kata Bupati Suyono usai mengunjungi layanan kesehatan Posyandu di Desa Wora-wari.

Dia menduga, kasus gizi buruk di Pacitan mirip fenomena "gunung es". Kasus yang ditemukan sedikit, tetapi tidak menutup kemungkinan masih banyak kasus serupa yang dialami anak-anak balita lainnya.
     
Untuk itu, selain meminta peran posyandu semakin ditingkatkan, bupati juga memerintahkan pada dinas terkait agar segera melakukan survei lapangan. Harapanya, dengan penelitian dan pengamatan yang intensif maka upaya penanganan maupun pencegahan kasus gizi buruk dapat dimaksimalkan.
     
Dalam kesempatan itu pula, bupati berjanji untuk membantu kebutuhan nutrisi serta susu untuk keenam balita yang mengalami keterlambatan pertumbuhan tadi. Bidan Desa Wora-wari Danie Dwi Indrayana mengakui kasus gizi buruk di wilayah kerjanya masih ada.

Menurut dia, salah satu faktor penyebab kasus ini terjadi adalah sikap orangtua yang kurang memperhatikan pola makan anak sehingga asupan gizinya kurang. "Selain itu, gangguan pertumbuhan juga bisa disebabkan karena adanya penyakit bawaan lainnya," kata Danie.


Editor : tof
Sumber: