JAYAPURA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Constant Karma mengungkapkan, perilaku seks kaum pria menjadi pemicu paling tinggi penularan HIV/AIDS di Papua.
"Perilaku hubungan seksual pria yang sering berganti pasangan menjadi faktor tertinggi penyebaran AIDS di Papua," kata Constant di Jayapura, Rabu (2/12).
Ia menjelaskan, pria yang dimaksud adalah mereka yang kerap meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama dan dijuluki pria berisiko.
"Dari hasil survei, ternyata pria berisiko yakni mereka yang punya banyak kesibukan di luar rumah, baik dalam hitungan hari maupun minggu, menjadi sumber utama meningkatnya penularan AIDS di Papua," ungkapnya.
Constant Karma menambahkan, pria berisiko yang sering meninggalkan rumah dalam waktu berhari-hari punya kecenderungannya sangat tinggi melakukan hubungan seks, dengan hanya sedikit memikirkan risiko.
Dengan demikian, kondisi itu sangat berpotensi terjangkit ataupun menularkan HIV/AIDS. "Pria relatif hanya berpikir sepintas, sehingga dengan mudah melakukan hubungan seks bukan dengan pasangannya," ujarnya.
Kondisi itu, kata Constant, akan menjadi perhatian KPA Papua dalam program kerja ke depan.
"Pria berisiko ini nantinya akan menjadi sasaran utama untuk diberikan imbauan agar meminimalisasi atau bahkan kalau bisa tidak melakukan hubungan seks dengan yang bukan pasangannya," ujar Constant Karma.


