KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Pelayanan Tak Memuaskan, Suami Pukuli Istri
Rabu, 2 Desember 2009 | 04:37 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Kesetiaan ibu empat anak ini bisa jadi tak ada harganya lagi di mata suaminya. Bahkan tindakan suami ini mengarah pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ibu malang itu Jm, 34, warga Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Dia jadi bulan-bulanan suaminya, Rn, 36, hingga terluka memar pada wajah dan pahanya. Lebam tersebut akibat dihajar dengan gagang sapu, usai bertengkar mulut, Senin (30/11) sore.

Pertengkaran ini, dipicu oleh tuduhan Rn, bahwa selama ini Jm tidak mampu melayani suami dengan memuaskan, mulai dari urusan ranjang hingga urusan dapur. Alasan Rn itu otomatis ditampik Jm. Hal tersebut dianggap mengada-ada karena rumah tangganya kini sudah dikarunia empat momongan.

Alhasil Jm yang disakiti melaporkan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu ke polisi sektor setempat. Senin sore, (30/11) Rn langsung diringkus di rumahnya. "Saat ini dia masih kami periksa," kata Ajun Komisaris Polisi Tri Yanto, Kapolsek Tirtoyudo, Selasa (1/12).

Tuduhan Rn terhadap Jm mini macam-macam. Misalnya, Jm dituduh tak lagi bisa melayani suaminya dengan baik. Ketika suaminya pulang kerja,  tak disiapkan hidangan makanan di atas meja melainkan malah ditinggal keluar rumah.
Puncaknya, sudah dua bulan ini rumah tangga mereka retak dan berujung pada pisah ranjang.  Meskipun begitu, mereka masih tinggal serumah.

Senin sore itu korban yang sudah lama menderita batin itu dipukul dengan gagang sapu hingga terluka memar pada wajah dan pahanya. Meski korban sudah menangis dan tak berdaya Rn seperti sudah tak punya belas kasihan lagi. Karena itu, Jm tega melaporkan Rn karena dinilai prilakunya sudah tak seperti dulu lagi.st12

_

Editor: tof   |   Sumber :Surya Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.