
AMBON, KOMPAS.com - Dua unit rumah warga di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa petang terbakar. Api cepat membesar karena dua unit rumah yang terbakar milik Johanes Siahaya bersama anaknya Godlief Siahaya itu terdapat lima drum bahan bakar minyak (BBM).
Sejumlah saksi mata mengatakan, kebakaran terjadi secara mendadak dan hanya dalam tempo kurang dari 10 menit dua unit rumah itu habis dilalap api. "Pada lorong antara dua rumah itu terdapat lima drum bahan bakar minyak (BBM)," katanya.
"Kejadiannya sangat cepat dan api juga dengan cepat melalap dua unit rumah yang saling bersebelahan ini dan tidak satu pun barang dari dua rumah ini yang sempat diselamatkan," ujar beberapa warga setempat yang mencoba membantu memadamkan api.
Menurut sejumlah saksi mata, kebakaran itu terjadi saat istri Johanes Siahaya sedang membuat bungkusan kacang goreng yang terbuat dari plastik dengan lilin di dalam kios. Saat itulah, api dari lilin tiba-tiba membesar dan membakar isi kiosnya.
"Selain menjual kebutuhan pokok, kios milik Yahanes Siahaya juga menjual minyak tanah, sedangkan di bagian samping terdapat lima drum berisi bensin dan solar yang akan dijual ke pelanggannya," ujar sejumlah saksi.
Tiga unit pemadam kebakaran milik pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang dikerahkan ke lokasi kejadian, terpaksa hanya menyemprot rumah yang telah terbakar dan berusaha agar api tidak merembet ke beberapa rumah warga yang bersebelahan dengan rumah yang terbakar itu.
Sisa-sisa bangunan yang sedang terbakar juga disemprot petugas pemadam kebakaran, sehingga api tidak lagi membesar. Sejauh ini aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Ambon sedang menyelidiki sebab-sebab terjadinya kebakaran dengan kerugian diperkirakan puluhan juta itu.