KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Dibentak Anak, Bapak Tewas
Selasa, 1 Desember 2009 | 23:49 WIB

SUMENEP, KOMPAS.com - Duda muda, Maryono (26) menjadi anak durhaka. Warga Dusun Buabu, Longos, Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura ini membentak bapak kandungnya, Yacob (41) –yang mengidap penyakit jantung dan stroke– sehingga tewas, Senin (30/11) sore. Penyebabnya, Yacob menegur Maryono karena menghamili sang pacar.

Tidak hanya itu. Nenek Maryono, Sitti Ummah (65) yang bermaksud melerai pertengkaran Maryono dengan kakak perempuannya, Suryati, pun tewas. Dia diduga terkena injakan saat Maryono bertengkar dengan Suryati.

Menurut saksi mata yang juga warga setempat, Moh Liwatno (36), drama berdarah itu berawal ketika Senin (30/11) pagi, seorang perempuan berinisial ST mendatangi rumah Maryono. Dia meminta pertanggungjawaban Maryono, karena hamil tiga bulan akibat hubungan gelap dengan Maryono.

Namun pagi itu Maryono tidak ada di rumah karena sedang bekerja di salah satu tempat jasa shooting video. ST ditemui kakak perempuan Maryono, Suryati. Maka, kepada Suryati, ST –yang diduga pacar Maryono– mengutarakan maksud kedatangannya ke rumah itu.

SOre hari, ketika Maryono datang, Suryati memberitahukan masalah tersebut sembari menegur adiknya karena telah membuat hamil pacar. Ternyata teguran tersebut ditanggapi secara emosional oleh Maryono sehingga pecah perang mulut antara Maryono dengan Suryati.

Adu mulut itu akhirnya meningkat menjadi bentrok fisik sehingga diketahui sang ayah, Yacob. Mendengar pangkal masalah yang menyebabkan dua anaknya berkelahi –Maryono menghamili ST– Yacob menjadi sangat kaget.

Pria yang mengidap penyakit gangguan jantung dan tekanan darah tinggi itu kemudian menasihati Maryono. Ternyata, bukannya mendengarkan nasihat sang ayah, Maryono justru balik membentak keras. Akibatnya. Yacob terjungkal dan ambruk tak sadarkan diri kemudian tewas.

Hal itu membuat Suryati marah sehingga kembali terjadi perkelahian dengan Maryono. Sang nenek, Sitti Ummah, berusaha melerai namun akhirnya justru jatuh akibat terkena injakan. Tak lama kemudian Sitti Umah pun meninggal dunia saat dibawa ke Puskemas Gapura. Tinggalah Maryono termenung menyesali perbuatannya.

“Bapaknya memang sering sakit-sakitan, dan sudah sejak lama mengalami penyakit jantung. Sedangkan neneknya katanya juga sudah lama mengidap diabetes stadium tinggi,” ujar Moh Liwatno.

Mengetahui tindakan Maryono, banyak warga marah, bahkan ada yang hendak menghakimi Maryono. Namun aksi main hakim sendiri ini bisa dicegah oleh kepala desa setempat, Ali Masyhudi.

Tatkala dimintai konfirmasi, Ali Masyhudi mengakui adanya kejadian tersebut. Tetapi, katanya, kasus itu kemungkinan tidak berlanjut ke proses hukum karena tidak ada unsur tindak kekerasan atas dua korban yang meninggal dunia. Menurutnya, sang bapak meninggal karena terkejut akibat kelakuan anaknya; sedangkan sang nenek terjatuh sendiri setelah berupaya melerai dua cucunya.

“Sepertinya ini tidak bisa ditangani polisi karena pelaku tidak melakukan aksi kekerasan secara fisik. Mereka cekcok mulut, kemudian terjadi peristiwa maut itu,” kata Ali Masyhudi.

Belum diperoleh pernyataan dari pihak Mapolsek Gapura tentang kejadian itu. Seorang petugas jaga Polsek Gapura yang ditemui sejumlah wartawan mengaku belum menerima laporan kematian Jacob dan Sitti. “ Sampai saat ini tidak ada laporang kasus tersebut yang masuk ke polisi,” ujar petugas yang tak mau disebut namanya. st2

Editor: tof   |   Sumber :Surya Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.