KARANGANYAR, KOMPAS.com - Menghadapi musim hujan, dan mengantisipasi bencana longsor, Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Karanganyar memberikan perhatian khusus untuk sejumlah desa yang berada di lereng gunung Lawu Karanganyar. Sebanyak tujuh kecamatan yang masuk dalam kategori rawam longsor kini dalam pemantauan khusus.
"Beberapa waktu lalu sudah terjadi ancaman longsor, di Karangpandan dan Tawangmangu, maka kami meminta masyarakat terus waspada. Apalagi kalau sudah ada retakan, dan retakan itu terisi air akan menyebabkan longsor," ujar Koordinator lapangan Satlak PB Kabupaten Karanganyar, Aji Pratama Heru K, Selasa (1/12).
Tujuh kecamatan yang rawan longsor adalah Kecamatan Jenawi (Desa Trengguli, Anggrasmanis, Gumeng), Kecamatan Kerjo (Desa Gempolan dan Plosorejo), Kecamatan Ngargoyoso (Segorogunung, Girimulyo, dan Dukuh), Kecamatan Karangpandan (Desa Karangpandan, Gerdu dan Karang), Kecamatan Matesih (Desa Girila yu), Kecamatan Tawangmangu (Kelurahan Tawangmangu, Desa Blumbang), dan Kecamatan Jatiyoso (Desa Wonorejo, Wonokeling, dan Beruk).
Heru mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor, diminta mencermati gejala alam yang berlangsung . Gejala longsor antara lain, jika pepohonan di perbukitan sudah miring dan tidak kokoh berdiri, banyak kerikil yang jatuh perbukitan, sungai yang sebelumnya ada air tiba-tiba airnya berkurang atau bahkan habis airnya. "Jika hujan lebat turun selama dua jam tidak berhenti, dan sudah mulai ada gejalanya, maka hukumnya wajib keluar rumah, jika ingin terhindar bencana," katanya.
Satlak PB Karanganyar kini telah menyiapkan personil dan peralatan untuk menghadapi ancaman longsor, termasuk bencana banjir dan puting beliung. Untuk personil, sebanyak 386 relawan dalam posisi siaga selama 24 jam. Selain itu, persiapan peralatan seperti penerangan, pompa air, sekop dan alat lainnya sudah siap di Posko Relawan Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Karanganyar.
"Sedangkan untuk menginformasikan dan mensosialisasikan berbagai langkah dalam menangani bencana, di Karanganyar kini ada radio komunitas namanya Radio Pejuang Bencana. Radio ini enggak pakai iklan, karena dari dan untuk relawan. Semuanya 70 persen berisi siaran tentang informasi penanganan bencana, yang disiarkan ke seluruh daerah," kata Heru.