A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 43

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 43

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 43

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 43

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 43

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 43

Di Lamongan, Sudah 55 Penderita HIV/AIDS Meninggal - KOMPAS.com
KOMPAS
Jumat, 19 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Di Lamongan, Sudah 55 Penderita HIV/AIDS Meninggal
Selasa, 1 Desember 2009 | 15:11 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com- Sampai dengan September 2009, secara kumulatif tercatat ada 139 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Lamongan. Dari jumlah itu, 55 di antaranya meninggal. Sebanyak 85 persen penderita HIV/AIDS di Lamongan berstatus sudah menikah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupat en Lamongan Mochammad Sochib, dalam Seminar Sehari Penanggulangan AIDS, di Lamongan, Selasa (1/12), menyatakan, ibarat fenomena gunung es di Lamongan ada potensi penderita HIV/AIDS 10 kali lipat dari 84 penderita yang tercatat masih hidup atau ada potensi 840 penderita.

Sochib memaparkan penanganan HIV/AIDS terkait erat dengan masalah etika dan hak asasi manusia (HAM). Angka penderita HIV/AIDS di Lamongan sangat mencengangkan. "Seandainya diperkenankan untuk memeriksa darah setiap pasien yang datang ke rumah sakit maupun puskesmas, niscaya penderita HIV/AIDS bisa diketahui lebih dini dan penangannnyapun bisa dilakukan lebih dini. Namun sekali lagi, ini terhalang etika dan HAM," ujarnya.

Menurut dia AIDS mulai masuk Lamongan pada tahun 2002 dari seorang wanita penjaja seksual (WPS) asal Lamongan yang bekerja di Sampit, Kalimantan Tengah. Jumlah penderita naik menjadi 92 orang pada 2008 dan kemudian secara akumulatif naik menjadi 139 penderita pada September 2009. Kasus baru yang ditemukan pada 2009 sebanyak 47 kasus.

HIV/AIDS sudah menyebar ke hampir seluruh wilayah Lamongan, dari 27 kecamatan di Lamongan, hanya empat kecamatan yang belum terpapar HIV/AIDS yakni Kecamatan Modo, Karangbinangun, Bluluk, dan Sukorame. Kasus HIV/AIDS terbanyak ditemukan di Kecamatan Sukodadi dengan 15 orang penderita.

Berdasar gender, penderita HIV/AIDS di Lamongan didominasi laki-laki 56 persen, wanita 37 persen, dan waria 7 persen. Berdasar usia, yang terbanyak adalah usia produktif 31-35 tahun sebanyak 35 penderita dan usia 26-30 tahun sebanyak 31 penderita. "Tercatat pula tiga penderita berusia kurang dari 5 tahun," kata Sochib.

Ketua Pelaksana Harian Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) Kabupaten Lamongan, Tsalits Fahami Zaka berharap masyarakat tidak menjauhi dan mengucilkan penderita HIV/AIDS. Fenomena pengucilan menunjukkan masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS.

Seharusnya, penderita ini diberi dukungan dan kasih sayang. Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk HIV/AIDS. "Yang ada baru retrovirus yang hanya mampu untuk menekan perkembangan virusnya," ujarnya.

Pengobatan HIV/AIDS harus dijalankan sepanjang hidup penderita. Mereka memerlukan dukungan moral dan pendampingan. "Yang penting dilakukan sekarang adalah melakukan pencegahan agar penyakit ini tidak menggerogoti generasi muda Indonesia," katanya menegas kan.

 

 

 

 

 

 

Penulis: ACI   |   Editor: msh Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.