SUKOHARJO, KOMPAS.com - Dua petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang meninggal karena tertimpa pohon pada Minggu malam, mendapat kenaikan pangkat.
"Briptu Machmud Mashuri (40) dan Briptu Kismedi (37) mendapat kenaikan pangkat menjadi brigadir polisi anumerta," kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukoharjo, AKBP Suharyono di Sukoharjo, Senin (30/11).
Pemberian kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghargaan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada dua anggotanya, yang gugur saat menjalankan tugas mereka.
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya kedua anggota kami. Untuk keluarga yang ditinggalkan kedua petugas tersebut, semoga dapat tabah dan sabar," kata AKBP Suharyono.
Sebelumnya, dua anggota Polsek Weru, Briptu Machmud Mashuri (40) dan Briptu Kismedi (37) tewas pada Minggu malam karena tertimpa pohon.
Briptu Machmud Mashuri tewas seketika di lokasi kejadian, sedangkan Briptu Kismedi meninggal saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru.
Selain dua korban tewas, ada satu korban lain, Bripka Praji, yang terluka parah dan saat ini dalam keadaan kritis dirawat di RS Dr Oen Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.
Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Weru, ketiga korban mengalami kecelakaan karena mobilnya tertimpa pohon saat akan bertugas mengamankan sebuah acara pergelaran wayang kulit tidak jauh dari lokasi kejadian.
Pada kesempatan lain, istri Bripka Machmud, Winarti mengatakan, dia mengaku terkejut ketika mendengar kabar kecelakaan yang merenggut nyawa suaminya.
"Akan tetapi, sebelumnya saya sudah mendapatkan firasat. Sebelumnya saya bermimpi mobil patroli suami saya menabrak seekor kambing, kemudian kambing yang mati itu kami potong untuk keperluah Idul Adha," kata Winarti.
Pada Senin, kedua korban yang meninggal dimakamkan di dua tempat yang berbeda, Briptu Machmud akan dimakamkan di Boyolali, sedangkan Briptu Kismedi dimakamkan di Klaten.