KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Festival Merti Kriya Pucung untuk Membangkitkan Semangat Perajin
Laporan wartawan KOMPAS Eny Prihtiyani
Minggu, 29 November 2009 | 18:14 WIB

BANTUL, KOMPAS.com - Semakin meredupnya semangat perajin primitif di Dusun Pucung, Pendowoharjo, Bantul, Di Yogyakarta perlu disikapi dengan bijak. Salah satunya dengan menggelar Merti Kriya Pucung, yakni sebuah pameran, bhakti sosial dan rangkain pertunjukan seni. Diharapkan Pucung kembali bangkit dan menjadi sentra kerajinan primitif utama.

Hal itu disampaikan oleh Panitia Merti Kriya Pucung, Jamal, di sela-sela acara tersebut, Minggu (29/11). "Sejak tahun 2004, kerajinan primitif di sini semakin sepi. Perajin tak lagi berproduksi karena pesanan pasar terus berkurang. Sebagian warga bahkan sudah banting stir ke usaha lain," katanya.

Pada masa kejayaannya sekitar tahun 1996-2001, Pucung dikenal sebagai sentra utama kerajinan primitif. Ada 30 pengusaha besar yang mempekerjakan sekitar 850 perajin upahan. Kini tinggal 11 pengusaha yang eksis dengan serapan tenaga kerja sekitar 52 orang.

Menurut Jamal, salah satu pemicu redupnya usaha kerajinan di Pucung karena persaingan yang tidak sehat diantara sesama perajin. "Misalnya saja ketika ada pesanan asing, perajin berlomba-lomba pasang harga murah. Akhirnya mereka justru tidak sanggup bertahap karena terus merugi," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Rustriyono, perajin patung primitif yang memiliki sanggar Bestari. "Order yang kami terima semakin turun karena sebagian buyer tidak mau menaikkan harga karena banyak perajin lain menawarkan harga rendah, sementara biaya produksinya terus membengkak. Akibatnya banyak usaha yang kolaps," katanya.

Hal itu diperparah dengan banyaknya buyer yang bermain curang. Beberapa perajin pun tertipu sehingga usahanya bangkrut. Pembayaran buyer tersendat-sendat sementara modal usaha perajin sebagian besar pinjam ke bank.

Para perajin sepakat untuk memanfaatkan momen Merti Kriya Pucung sebagai kesempatan bangkit dari keterpurukan. Mereka meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memberikan pedampingan dan dukungan. Pedampingan itu terutama menyangkut kesiapan ko mpetensi manajerial perajin.

Dalam kesempatan itu, sejumlah desain baru coba ditampilkan perajin untuk menjadi daya tarik. Beberapa diantaranya adalah primitive mosaic, homo erectus totern, dan Sentani gods. Pameran juga dimeriahkan pertunjukan seni jathilan.

Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.