Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 06:23 WIB
Gerbong Barang Terpaksa Angkut Penumpang
Antonius Ponco A. | wah | Minggu, 29 November 2009 | 16:25 WIB
|
Share:

MADIUN, KOMPAS.com - Membludaknya jumlah penumpang kereta api di hari terakhir libur panjang, Minggu (29/11), memaksa PT Kereta Api Daerah Operasi VII Madiun memfungsikan gerbong barang untuk mengangkut penumpang. Pasalnya tidak seluruh penumpang bisa terangkut di gerbong penumpang.

Hal ini terlihat salah satunya saat Kereta Api (KA) Sri Tanjung jurusan Lempuyangan, Yogyakarta-Surabaya-Banyuwangi tiba di Stasiun Madiun, pukul 11.00. Ratusan penumpang yang menanti di stasiun tidak seluruhnya bisa naik ke gerbong penumpang karena gerbong sudah dipadati oleh penumpang. Kalaupun ada yang dapat tempat, mereka harus berdiri.

Melihat kondisi ini, Kepala Stasiun Madiun Supoyo dan sejumlah petugas mengarahkan penumpang untuk naik gerbong barang di bagian belakang rangkaian kereta. Di gerbong ini, penumpang terpaksa duduk di antara barang-barang yang ada, seperti sepeda motor dan paket-paket kiriman lainnya.

Namun penggunaan gerbong barang itu belum mampu mengangkut seluruh penumpang di Stasiun Madiun. Akhirnya sebagian penumpang dianjurkan untuk naik kereta api dengan tujuan sama berikutnya, yaitu KA Logawa (Purwokerto-Surabaya-Jember). Untuk naik kereta ini, penumpang harus menunggu sampai pukul 12.30.

"Baru kali ini naik kereta api ternyata pelayanannya mengecewakan. Saya sudah di stasiun sejak pukul 10.00, sekarang harus menunggu lagi sampai pukul 12.30," keluh Yeti, penumpang tujuan Surabaya yang tidak bisa naik KA Sri Tanjung. Dia bersama lima saudaranya hendak kembali ke Surabaya setelah merayakan Idul Adha di Madiun.

Kepala Stasiun Madiun Supoyo mengatakan penggunaan gerbong barang ditambah alternatif pengalihan penumpang untuk naik kereta api lain dengan jurusan sama merupakan solusi PT KA Daerah Operasi VII Madiun menghadapi membludaknya jumlah penumpang di hari terakhir liburan panjang. "Dengan cara itu, kami yakin seluruh penumpang bisa terangkut oleh kereta api yang ada," katanya.