KOMPAS
Sabtu, 20 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Lahan Tandus Nusa Penida Dihijaukan
Minggu, 29 November 2009 | 09:43 WIB
KOMPAS/RAKA SANTERI
Mencari air di Nusa Penida bisa menjadi obyek pariwisata menarik untuk jenis wisata petualangan. Lewat tangga-tangga kayu pada sisi tebing yang curam ini, penduduk Nusa Penida tiap hari lalu lalang sambil memikul dua ember air tanpa rasa gentar.

DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan masyarakat melakukan gerakan penanaman pohon secara serentak di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (29/11).

"Kegiatan penanaman serangkaian Hari Menanam Pohon Indonesia itu, ditanam berbagai jenis pohon tanaman perkebunan dan kehutanan," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Putu Suardhika yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Upaya tersebut diharapkan nantinya mampu menghijaukan lahan tandus di Nusa Penida, pulau yang terpisah dari daratan Bali, namun secara administratif masuk wilayah Kabupaten Klungkung.

Nusa Penida sengaja dijadikan pusat kegiatan penanaman pohon yang mampu memberikan fungsi ganda, yakni penghijauan dan nilai ekonomi.

"Penanaman sengaja dilakukan menjelang musim hujan, karena pada bulan Desember diperkirakan hujan akan mulai turun," tutur Putu Suardhika.

Gerakan penghijauan dengan penanaman serentak atau yang kini disebut gerakan one man one tree (satu orang satu pohon) tersebut, dipusatkan di Pura Puncak Temu Desa Batu Kandik, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Gerakan satu orang satu pohon tersebut, juga dikaitkan dengan pelaksanaan pertanian terintegrasi dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah Nusa Penida.

Gubernur dan jajarannya menanam 3.750 bibit tanaman kehutanan yang merupakan bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi Bali.

Made Mangku Pastika juga menyerahkan bantuan 200 batang bibit kelapa dari Dinas Perkebunan Provinsi Bali, 38 ton bibit jagung dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, 30 ekor bibit sapi dari Dinas Peternakan.

Selain itu, juga menyerahkan 455 unit para-para dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, guna mendukung pengembangan matadagangan rumput laut.

Perairan wilayah kepulauan Nusa Penida sangat potensial untuk pengembangan rumput laut yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Editor: bnj   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.