PASURUHAN, KOMPAS.com — Ayu Agus Purwanti (18), seorang siswi kelas II SMK Antartika, Buduran, Sidoarjo, yang hilang terbawa arus di air terjun Kakek Bodo Tretes, Pasuruan, Jawa Timur, ditemukan tewas.
Sinun, seorang warga pemilik warung di kawasan wisata Kakek Bodo, menyebutkan, Minggu (29/11), Ayu ditemukan tewas oleh tim SAR di bawah air terjun Putuk Truno, atau sekitar 2 km dari air terjun Kakek Bodo, Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB.
"Jasad Ayu yang terseret arus sungai yang berbatu mengalami luka-luka memar, terutama di bagian mukanya. Malam itu juga jenazah langung dibawa keluarganya ke Sukodono, Sidoarjo," katanya.
Sinun menjelaskaan, saat terjadi kecelakaan kawasan wisata Kakek Bodo tidak hujan. Namun, di bagian atas Gunung Welirang hujan lebat.
"Karena itu, arus yang datang mendadak menyeret Ayu yang sedang bermain dengan teman-temannya di dasar air terjun Kakek Bodo," katanya.
Namun, teman-temannya sempat lari menyelamatkan diri, sedangkan Ayu terseret arus sungai yang datang secara mendadak.
Permukaan air sungai yang menghanyutkan Ayu saat itu tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 1 meter. Namun, arusnya sangat kencang.
Jika musim penghujan, maka Kawasan wisata air terjun Kakek Bodo sebenarnya ditutup. Namun, hingga peristiwa itu terjadi, debit sungai di bawah air terjun Kakek Bodo itu baru meningkat dua kali.
Sebelumnya, Kepala Badan Kesbangpol Linmas Kabupaten Pasuruan Soenarto yang dihubungi pada Sabtu menjelaskan, korban yang hilang di air terjun Kakek Bodo dicari Tim SAR Mahameru dan Brimob Malang, serta Tagana Pasuruan.
Korban dinyatakan hilang pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban bersama delapan siswa lainnya bermain di dasar air terjun Kakek Bodo.
Namun, para siswa yang bermain di kawasan wisata Tretes tersebut kurang memerhatikan kondisi alam sekitar yang saat itu telah diselimuti mendung tebal.
Sementara itu, di kawasan puncak Gunung Welirang telah terjadi hujan lebat sehingga alur sungai yang menjadi sumber air terjun Kakek Bodo mendadak banjir bandang.
Saat banjir datang secara mendadak, sejumlah temannya berhasil lari menyelamatkan diri, sedangkan Ayu terseret arus sungai yang datang secara mendadak.


