BANYUMAS, KOMPAS.com- Mobil bak terbuka yang mengangkut 30 orang undangan pengantin, terguling di tikungan tajam dan menanjak di Desa Jingkang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Sabtu (28/11) siang, sekitar pukul 12.00.
Peristiwa itu mengakibatkan dua orang penumpang tewas di tempat, yakni Minah (45) dan Rasiem (50). Seorang lagi Pingah (50) meninggal di RSUD Ajibarang, karena mengalami cidera patah tulang pada bagian alas tengkorak hingga pendarahan dari mulut.
Sebanyak 10 korban lain dirawat di Puskesmas Cilongok dan Rumah Sakit Islam Purwokerto, sementara 20 korban lainnya dievakuasi ke RSUD Ajibarang, tetapi hanya tujuh orang korban yang dirawat di rumah sakit itu. Selebihnya dirujuk ke RS Margono Soekarjo dan RS Orthopaedi karena mengalami cidera patah tulang cukup serius, termasuk sopir mobil tersebut Risam alias Riswanto (33).
Rombongan undangan itu seluruhnya adalah kaum ibu dan anak-anak sedusun di Desa Banjarsari. Mereka pulang dari menghadiri pernikahan Tarmini, kerabat dari salah seorang warga di desanya yang diselenggarakan di Desa Jingkang, sekitar tiga kilometer dari Desa Banjarsari.
Menurut salah seorang korban, Kasmini (36), selama perjalanan ke lokasi pernikahan, mobil dapat melaju dengan lancar. Namun dalam perjalan pulang, mobil yang ditumpangi tak kuat melaju di tikungan tajam dan menanjak.
"Mobil jadi melorot dan terguling sampai tiga kali. Semua rombongan berhamburan," katanya. Kasmini mengaku sampai terlempar keluar bak mobil dan tertindih rombongan lainnya. Kendati demikian, dia hanya mengalami cidera ringan pada kepala dan tangan.
Dokter jaga RSUD Ajibarang dr Sugeng mengatakan, hampir sebagian besar korban kecelakaan itu mengalami cidera kepala dan patah tulang. Bahkan ada seorang anak, Fauziah Ramadani (6), yang kulit kepalanya robek. "Selebihnya ada yang tulang belikatnya patah, tangannya patah, dan patah pada tulang punggung," katanya.
Karena RSUD Ajibarang belum memiliki spesialis patah tulang, para korban yang mengalami cidera patah tulang serius dirujuk ke RS Margono Soekarjo dan RS Orthopaedi. Sedangkan tiga korban tewas langsung diantar ke rumahnya masing-masing.


