PURBALINGGA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menyiapkan ajang Gelar Budaya dan Pariwisata Purbalingga Expo untuk menyambut hari jadi ke-179 kabupaten ini.
"Ajang ini akan digelar pada 19-31 Desember 2009 dengan berbagai atraksi seni dan budaya," kata Kepala Subbag Pemberitaan Bagian Humas Sekretariat Daerah Purbalingga, Prayitno di Purbalingga, Sabtu (28/11).
Menurut dia, atraksi seni dan budaya yang akan ditampilkan tidak sekadar kesenian tradisional yang ada di wilayah eks-Keresidenan Banyumas, seperti begalan, ujungan, songgahan, rodad, aplang, dames, ebeg (kuda lumping), dan lengger. Akan tetapi, kata dia, dalam ajang tersebut juga akan ditampilkan atraksi wayang orang, wayang kulit, wayang golek, ketoprak, dan ludruk.
"Untuk pergelaran wayang dan ludruk ini, kami mengundang grup Ngesti Pandowo, Sriwedari, dan Ludruk Kirun cs," katanya.
Selain itu, kata dia, ajang tersebut juga akan diisi dengan lomba mancing dan bekisar nasional serta pergelaran musik dan peragaan busana.
Menurut dia, pada puncak peringatan Hari Jadi Ke-179 Kabupaten Purbalingga pada 19 Desember akan digelar Kirab Manggala Praja dengan bintang tamu prajurit dan kereta kencana dari Keraton Yogyakarta, prajurit dari Keraton Surakarta, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
"Pada 26 Desember, kami akan menggelar pawai budaya dengan tema The Amazing of Local Culture yang menampilkan berbagai seni budaya Jawa dan Pasundan," katanya.
Menurut dia, gelar budaya dan pariwisata ini akan ditutup dengan pergelaran musik dan pesta kembang api karena bertepatan dengan malam pergantian tahun serta akan diisi bintang tamu artis-artis ibu kota.
Selain pergelaran budaya, kata dia, dalam kegiatan tersebut juga akan diisi dengan gelar pelayanan publik, gelar aneka produk lokal (koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah), dan gelar ragam produk regional, nasional, serta internasional.
Disinggung mengenai tema budaya dan pariwisata yang diusung dalam kegiatan yang berkaitan dengan peringatan hari jadi tersebut, dia mengatakan, hal itu sebagai bentuk kepedulian Pemkab Purbalingga terhadap keberadaan seni dan tradisi budaya Indonesia. "Kami ingin melestarikan budaya Indonesia, khususnya yang ada di Pulau Jawa agar tetap lestari dan dikenal oleh masyarakat," kata Prayitno.


