KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Sepi, Pengunjung ke Objek Wisata Sejarah di Biak
Sabtu, 28 November 2009 | 01:35 WIB

BIAK, KOMPAS.com - Berbagai lokasi objek wisata peninggalan sejarah Perang Dunia II yang ada di Kabupaten Biak Numfor, Papua pada liburan Idul Adha 1430 Hijriyah, Jumat (27/11), tampak sepi dari  kunjungan  warga kota tersebut.
   
Beberapa objek wisata sejarah yang sepi kunjungan warga, di antaranya lokasi museum Cenderawasih Jalan Si Singamangaraja, goa Jepang, tugu perang tentara sekutu, serta monumen perang dunia di Kampung Anggraidi/Paray.
  
Bahkan, lokasi museum Cenderawasih yang mengoleksi beberapa barang budaya maupun peninggalan perang dunia tampak tutup tidak melayani kunjungan warga. "Museum Cenderawasih buka kalau ada kegiatan budaya, ya jika liburan seperti sekarang tidak buka," ungkap Mansar, salah salah warga Biak.
   
Sebelumnya, Kapala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Andris Kafiar memprediksi arus kunjungan warga ke lokasi obyek wisata sejarah akan ramai saat liburan  hari besar atau Minggu.
   
Suasana di beberapa pantai serta tempat rekreasi di kota Biak seperti taman burung dan anggrek di Biak Timur  arus kunjungan warga ke lokasi hiburan itu terlihat tidak seramai dibanding hari Minggu.
   
Hingga Jumat sore pukul 15.45 WIT aktivitas di jalan-jalan protokol kota Biak tampak sepi. Sementara itu,  sejumlah pertokoan maupun pusat perbelanjaan Supermarket di Biak  juga sebagian besar tutup tidak beroperasi pada Idul Adha 1430 H.
   
Umat Islam di Kabupaten Biak Numfor terlihat masih merayakan Idul Adha 10 Dzulhijah 1430 H hingga Jumat sore, dengan melakukan kunjungan  silaturahmi dengan tetangga, teman maupun kerabat terdekat.
   

Penulis: XVD   |   Editor: primus   |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.