SAMARINDA, KOMPAS.com - Dua peristiwa kebakaran terjadi pada Hari Raya Idul Adha, Jumat (27/11). Peristiwa pertama terjadi pukul 05.00 menghanguskan 22 rumah di Jl Cipto Mangungkusumo RT 15 dan 16, Sengkotek, Samarinda Seberang. Siangnya, pukul 09.30, api menghanguskan sebuah rumah di Jl Ramania I RT 46, Sidodadi, Samarinda Ulu.
Thomas, pemilik rumah yang terbakar di Jl Ramania menuturkan, saat kejadian, ia sedang bersilaturahmi di rumah tetangga usai salat Id di masjid. Di rumah tetangganya itu Thomas mendengar suara letupan dari arah rumahnya. "Mulanya ada letupan sepertinya di bagian atap rumah. Tapi saya tidak hiraukan. Setelah itu, saya pulang ke rumah. Saya sudah melihat api kebakaran sudah besar," kata Thomas, Jumat.
Pada peristiwa di Seberang, 36 kepala keluarga (KK) atau 108 jiwa warga kehilangan tempat tinggal. Kebakaran kemarin merupakan kali ketiga yang terjadi di Sengkotek sepanjang tahun 2009 ini.
Menurut warga sekitar, api dari sebuah rumah tingkat milik seorang warga RT 15. Api kemudian menjalar cepat menghanguskan bangunan kayu yang berada di pinggiran Sungai Mahakam itu. Dalam hitungan menit, kobaran bertambah besar karena hembusan angin sungai hingga melalap sejumlah bangsal dan bangunan Kantor Kelurahan Sengkotek yang berada di seberang jalan. Atap bangunan Kantor Lurah itu hangus dilalap api.
Sejumlah dan staf kelurahan sempat panik menyelamatkan segala berkas penting dan peralatan kantor. H Husni, warga sekitar, mengaku sedang berada di rumah saat kebakaran terjadi. Dia hendak bersiap-siap salat Subuh ke masjid.
"Selesai mandi, saya mendengar seorang pengendara motor teriak kebakaran. Saya bersama istri dan anak segera menyelamatkan diri," ungkapnya. Dia hanya mampu menyelamatkan motor, televisi dan kulkasnya. Namun, dia tak mampu menyelamatkan segala pakaiannya. "Baju tinggal di badan ini," ucapnya lirih.
Lurah Sengkotek, Ahmad Barkatie mengatakan, musibah kemarin mengakibatkan 2 unit komputer, 1 mesin tik dan berkas data pemilu ikut terbakar. Kantor Lurah pun terpaksa pindah ke lokasi baru di Kompleks Padang Golf Putri Ayu Cottage. "Kebetulan, kami mendapat tanah hibah dari yayasan Sumber Mas untuk dibangun Kantor Kelurahan Sengkotek. Kami pun terpaksa menempati bangunan baru yang belum sepenuhnya rampung ini karena Kantor Kelurahan terbakar," ucap Barkatie. (top/min)


