
SOLO, KOMPAS.com - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (27/11), menyelenggarakan upacara adat Gerebeg Besar dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha 1430 H.
Dalam upacara adat tersebut, dua gunungan yang berisi berbagai macam hasil bumi dikirab dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Surakarta untuk didoakan sejumlah pemuka agama keraton.
Usai didoakan, dua gunungan, gunungan estri dan gunungan jaler, dibawa kembali menuju keraton untuk dibagi-bagikan isinya kepada masyarakat.
Akan tetapi, belum jauh dari serambi Masjid Agung Surakarta, gunungan estri sudah diperebutkan warga. Begitu juga Gunungan jaler yang berada di depan dapat sampai di depan Keraton Kasunanan.
Wakil Pangangeng Sasono Wilopo, KRA Winarno Kusumo, mengatakan, gunungan tersebut merupakan simbol syukur Sultan Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan rakyatnya dalam perayaan Idul Adha.
Selain itu, Gerebeg Besar juga dilaksanakan sebagai ungkapan syukur masyarakat Surakarta terhadap limpahan rezeki yang diberikan Tuhan yang Maha Esa.
"Pemberian gunungan tersebut kepada masyarakat juga merupakan wujud kepedulian sultan kepada rakyatnya," kata Winarno Kusumo.
Bagi sebagian masyarakat, serpihan-serpihan yang ada di dalam gunungan yang diperebutkan tersebut memiliki makna sendiri, sebagian berkeyakinan mendapat bagian gunungan tersebut akan mendapatkan berkah.
Warga Kabupaten Boyolali, Sulastri (55), yang ikut memperebutkan gunungan itu percaya akan mendapat berkah, jika berhasil mendapat bagian gunungan itu.
"Gunungan yang sudah didoakan saya percaya memiliki berkah tersendiri," kata dia.