MEDAN, KOMPAS.com - Surat dari Kantor Perbendaharaan Negara Wilayah Sumatera Utara belum direspon oleh pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Waktu tutup anggaran semakin dekat, sementara masih banyak dana belum terpakai oleh pengguna anggaran.
"Kami masih menunggu terus, paling tidak sammpai akhir November ini. Memang belum ada balasan surat. Hal itu tidak penting, yang penting mereka mengambil langkah-langkah cepat," tutur Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara, Achmad Fadillah, Rabu (25/11) saat dihubungi dari Medan.
Achmad mengatakan langkah cepat yang dimaksudnya adalah cepat menggunakan anggaran itu dan membuat pertanggungjawaban. Dia mengatakan tutup buku anggaran tahun ini berlangsung mulai 21 hingga 31 Desember pukul 24.00. Lantaran itu, KPN Sumut berusaha agar dana dari pusat lebih banyak terpakai.
KPN menjalin kerja sama dengan sejumlah bank persepsi (bank yang dipakai untuk menyalurkan dana anggaran dari pusat) di Medan. KPN meminta pelayanan untuk pencairan anggaran dari pusat oleh pengguna anggaran di Sumut bisa dilakukan hingga malam hari. "Hal ini semata-mata agar proses pencairan segera bisa dilakukan cepat. Sementara proses di kami (KPN) cukup membutuhkan waktu satu jam saja," tuturnya.
Sebelumnya KPN Wilayah Sumut melaporkan masih adanya dana senilai Rp 5,4 triliun sampai akhir Oktober. Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 terancam mubazir karena jika waktu tutup anggaran tiba, dana ini harus kembali ke kas negara. Realisasi menjelang akhir tahun ini tergolong rendah karena masih 57,5 persen atau setara dengan Rp 7,4 triliun dari dana yang tersedia Rp 12,9 triliun. "Penyerapan bisa dikatakan normal bila serapannya minimal 75 persen dari seluruh anggaran yang tersedia," katanya.


