YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Golkar Kota Yogyakarta Suhartono menolak jika dalam rapat pleno pekan lalu, hasilnya hanya Gandung Pardiman sebagai kandidat tunggal yang akan diusung dalam Musda Golkar DIY, 30 November-1 Desember mendatang.
Menurut dia, Rahmad juga dimasukkan, tapi sebagai nama cadangan. Namun ditanya apakah nama cadangan akan diajukan juga sebagai kandidat di Musda Golkd DIY nantinya, Suhartono tidak menjawab.
Gandung Pardiman, kandidat yang banyak dijagokan dalam Musyawarah Daerah Golkar DIY 30 November mendatang, semakin diusik oleh kubu Rahmad Pribadi. Pendukung Rahmad berpendapat, jika Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar kabupaten/kota hanya mengajukan satu kandidat yakni Gandung, itu sama artinya tak ada demokrasi.
Empat pimpinan Golkar tingkat Kecamatan di Kota Yogyakarta, menyerukan agar DPD Golkar Kota Yogyakarta memasukkan nama Rahmad dalam Musyawarah Daerah Golkar 30 November mendatang. Keempatnya adalah Daryanto (Jetis), Aris Pranowo (Ngampilan), Sapto Raharjo (Danurejan), dan Hadi (Gedongtengen).
Budi Pribadi, Koordinator Lapangan Tim Sukses Rahmad Pribadi, dalam kesempatan yang sama, mengatakan, Rahmad diyakini akan membawa banyak perubahan. Rahmad dipandang mampu dan berkualitas, dan akan mendongkrak perolehan suara Golkar di masa mendatang. Budi dan Daryanto mendesak DPD Golkar Kota Yogyakarta, untuk menggelar pleno ulang.
DPD Golkar Kulon Progo mendukung Gandung Pardiman sebagai calon Ketua DPD Golkar DIY 2009-2014. Rahmad, permah maju dalam Pemilu Legislatif 2009 sebagai calon DPR RI dari Golkar, namun gagal.
Dari situs pribadi Rahmad, yakni rahmadpribadi.com, sosok ini pernah terpilih oleh Eisenhower Fellowship untuk mewakili Indonesia dalam 2006 Multination Program (MNP) bersama dengan pemimpin muda lainnya dari 23 negara seluruh dunia. Eisenhower Fellowship adalah sebuah organisasi terkemuka di AS.
Dalam kegiatan sosial, Rahmad aktif di berbagai organisasi, seperti KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) sebagai Bendahara; KADIN Indonesia sebagai Ketua Hubungan Bilateral Indonesia Algeria. Sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri; Lembaga Persahabatan Indonesia Libya (LPIL) sebagai Ketua. LPIL adalah organisasi yang didirikan oleh 7 ormas Islam besar di Indonesia (Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, Al Irsyad, PERSIS, Majelis Adz Dzikra, BKMT, Ikatan Dai Indonesia, Al Jamiatul Wasliyah.