Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 08:51 WIB
Tingkat Hunian Hotel di DIY 80 Persen
Idha Saraswati W Sejati | made | Jumat, 27 November 2009 | 19:26 WIB
|
Share:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat hunian hotel berbintang di DI Yogyakarta pada akhir pekan ini naik hingga 80 persen. Libur hari raya Idul Adha yang berdekatan dengan akhir pekan dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur di Yogyakarta.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istidjab M Danunagoro mengatakan, pada Kamis malam, rata-rata tingkat hunian hotel berbintang masih berada di kisaran 50 persen. Namun dilihat dari pemesanan kamar, mulai Jumat hingga Minggu rata-rata tingkat hunian hotel diperkirakan bisa mencapai 80 persen. "Hari Kamis dan Jumat kan masyarakat baru berangkat dari Jakarta dan kota lain. Setelah merayakan Idul Adha, mereka baru mulai masuk ke hotel. Mudah-mudahan tingkat hunian bisa di atas 80 persen," jelasnya, Jumat (27/11).

Menurut dia, libur akhir pekan yang berangkaian dengan hari libur nasional selalu berdampak pada tingginya tingkat hunian hotel berbintang. Selain warga Yogyakarta yang pulang kampung, warga dari luar kota pun banyak yang menghabiskan libur akhir pekan mereka di Yogyakarta.

Dinantikan

Tingginya tingkat hunian hotel di setiap musim liburan sangat dinanti oleh para pelaku bisnis perhotelan di Yogyakarta. Pemasukan selama musim liburan bisa digunakan untuk menutup biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap hari. Sebab di luar masa liburan, tingat hunian hotel bisa berada di bawah 50 persen.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik DIY, rata-rata tingkat hunian hotel berbintang di DIY pada bulan Agustus hingga September 2009 mencapai 43,6 persen. Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bagus Rahmat Susanto menuturkan, rata-rata lama menginap (length of stay) tamu hotel pun turun dari 1,87 malam pada bulan Agustus menjadi 1,84 malam pada September.

Menurut Istidjab, rendahnya tingkat hunian hotel tidak hanya terjadi pada bulan Agustus dan September saja. Sejak awal tahun, yakni Januari sampai April, tingkat huni an hotel bintang juga berada di bawah 50 persen. Kondisi semacam ini diduga terjadi karena krisis global.

Oleh karena itu, pelaku bisnis perhotelan berharap banyak pada libur akhir tahun. Biasanya, libur akhir tahun akan dimanfaatkan perusahaan dan sekolah untuk berlibur selama beberapa hari di DIY.