Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 18:44 WIB
Takmir Masjid Tulungagung Tunda Menyembelih Hewan Kurban
| bnj | Jumat, 27 November 2009 | 17:55 WIB
|
Share:

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN
Ilustrasi

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Takmir Masjid Al Munawwar Tulungagung, Jawa Timur, menunda menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha dan menggantinya pada Sabtu besok, sehingga membuat sejumlah warga kecewa.

"Kami sengaja menunda untuk menyembelih hewan kurban hari ini dan menggantinya Sabtu besok," kata Ketua Takmir Masjid Al Munawwar Tulungagung, KH Abu Sofyan Sirojudin, di Tulungagung, Jumat (27/11).

Menurut dia, penundaan itu disebabkan karena Jumat, hari yang cukup pendek karena terpotong pelaksanaan Salat Jumat, sementara jumlah ternak kurban yang harus disembelih cukup banyak.

"Rencananya, kami akan memotong ternak kurban tersebut pada Sabtu pagi. Diharapkan, dengan jadwal tersebut, pemotongan dapat selesai pada siang hari, dan langsung dibagikan kepada warga yang berhak," katanya.

Hari Raya Idul Adha tahun ini, pihaknya telah menerima sebanyak tujuh ekor sapi dan 37 ekor kambing. Jumlah tersebut akan dibagikan kepada 1.000 warga dengan dengan berat daging sekitar 2 kilogram per kantong.

"Kami memberikan merata kepada seluruh daerah, bukan hanya di kota. Kami juga memberikan kepada mereka yang sebelumnya sudah mengajukan kepada takmir, agar dikirimi daging kurban," kata Sofyan.

Untuk mengantisipasi aksi kerusuhan dalam pemberian daging kurban, pihaknya lebih dahulu membagikan nomor pengambilan.

Dengan warna yang berbeda dan sesuai jadwal pengambilan daging, aksi kericuhan diharapkan bisa dihindari.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada petugas keamanan, agar membantu menertibkan pembagian daging kurban. "Kami juga melibatkan petugas keamanan, agar membantu kami dalam pembagian daging kurban," katanya.

Penundaan tersebut membuat beberapa warga kecewa. Mereka mengira, takmir masjid akan membagikan daging kurban usai Shalat Jumat. Namun, kenyataanya, takmir baru membagikan keesokan harinya.

"Kami harus antre lagi untuk mendapatkan daging besok, karena hari ini ternyata hanya mengambil kartu saja," kata Hari, warga Sobontoro.

Sumber :
ANT
Advertorial
»