MEDAN, KOMPAS.com - Tingkat hunian hotel berbintang di Berastagi dan Parapat, Sumut, melonjak tajam atau mencapai rata-rata 80 persen pada libur Idul Adha tahun ini.
"Tamu terus berdatangan sejak Jumat siang sehingga total pesanan kamar hingga Sabtu (28/11) sudah mencapai 80 persen," kata Tandeanus Sukardi, eksekutif Hotel Sibayak Berastagi, Jumat.
Kunjungan warga juga cukup banyak di Resort Simalem yang menonjolkan alam Berastagi dan keindahan Danau Toba. "DI Resort Simalem, tamu silih berganti, parkir penuh," katanya.
Menurut dia, karena pesanan banyak, manajemen hotel memberikan tarif normal dan kalau-pun ada diskon relatif sangat kecil.
Manajemen hotel lebih memilih memberikan pelayanan yang lebih baik ketimbang memberikan diskon karena calon tamu juga sudah lebih mengarah pada keinginan pada kualitas layanan.
Melihat kecenderungan hunian hotel yang selalu penuh di saat libur, ini menunjukkan potensi wisatawan lokal atau wisatawan nusantara cukup besar.
"Pemerintah harusnya bersama-sama dengan pelaku industri pariwisata mendorong bertumbuhnya terus kunjungan wisatawan lokal atau wisnus dan termasuk memperbaiki terus infratruktur menuju dan di objek wisata," katanya.
Dini, warga Medan yang berlibur dan menginap di Berastagi mengakui lebih memilih daerah tujuan wisata itu karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Medan.
"Mumpung libur panjang, hilangkan stres. Berastagi juga tidak terlalu jauh, hanya satu jam lebih dari Medan," kata warga Marendal Medan yang juga karyawan salah satu BUMD Medan ini.
Peningkatan tamu hotel berbintang di libur Idul Adha itu juga diakui General Manager Hotel Niagara Parapat, Cahyo Pramono.
"Di Niagara, tingkat hunian sudah 75 persen untuk Jumat dan Sabtu. Padahal sejak Senin hingga Kamis masih sangat sepi dan hotel lainnnya juga tampak banyak pesanan," katanya.
Dia juga mengakui dengan banyaknya pesanan kamar hotel, pihaknya tidak mengutamakan pemberian diskon dengan alasan lebih menfokuskan pada pelayanan tamu.


