Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:09 WIB
Terlambat Sesar, Delapan Bocah Kena HIV
Taufiq Zuhdi | tof | Jumat, 27 November 2009 | 16:27 WIB
|
Share:

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, Jawa Timur menemukan sebanyak delapan anak di kabupaten tersebut positif terinveksi virus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome).

"Setelah kami periksa, di tubuh mereka memang positif terinveksi virus HIV/AIDS," kata anggota KPA Tulungagung, Farid Hafifi, di Tulungagung, Jumat.
 
Ia mengatakan, kedelapan anak-anak tersebut berumur di bawah 10 tahun. Mereka rata-rata tertular langsung dari kedua orangtuanya, khususnya dari ibu.

Menurut dia, penularan virus tersebut sangat rentan terjadi, terutama dari ibu. Itu dimungkinkan dari si ibu yang sebelumnya diketahui positif terinveksi virus tersebut, hingga proses kelahiran terjadi. Seharusnya, penularan virus dari ibu kepada bayinya dapat dicegah, di antaranya dengan proses kelahiran menggunakan sesar dan tidak minum ASI dari ibunya.

"Dengan operasi sesar, dapat mencegah kulit bayi terluka, dan dengan tanpa minum ASI, dapat mengurangi resiko penularan," katanya menjelaskan.

Ia menambahkan, kondisi kedelapan anak tersebut saat ini cukup baik dan relatif sehat. Namun, pihaknya harus memastikan kesehatan, terutama daya tahan tubuh anak tersebut, mengingat virus berbahaya jika daya tahan tubuh anak lemah.

"Untuk itu, kami juga mengupayakan agar untuk anak-anak ada tambahan nutrisi, guna mengantisipasi lemahnya daya tahan tubuh terhadap penyakit," kata Farid.   

Menyinggung penggunaan obat antiretroviral, untuk pencegahan virus menguat, Farid mengatakan, hal itu sudah dilakukan ketika ibu yang diketahui positif teriveksi hamil. Namun, untuk proses kelanjutanya, menunggu hingga tubuh anak tersebut bisa menerima obat dari luar.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMKes) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Bahrudin mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk melakukan pencegahan penularan virus tersebut, terutama kepada anak-anak.

"Kami secara intensif melakukan sosialisasi, terutama kepada ibu yang hamil yang diketahui positif terinveksi HIV/AIDS, agar bayinya tidak ikut tertular. Dengan itu, kami berharap, dapat meminimalisir penularan virus tersebut," kata Bahrudin.

Jumlah penderita HIV/AIDS di Tulungagung, kata Bahrudin untuk kalangan anak dan umum cukup banyak. Untuk kalangan anak, sejumlah sekitar delapan itu, dan untuk umum hingga Oktober 2009 mencapai 277 pasien dan 53 di antaranya sudah meninggal dunia.

Sumber :
ANT