SOLO, KOMPAS.com — Seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini Hari Raya Idul Adha 1430 Hijriah juga ditandai dengan Grebeg Besar yang diselenggarakan Keraton Surakarta Hadiningrat. Kegiatan Grebeg Besar berlangsung Jumat (27/11), dimulai sekitar pukul 10.00 hingga menjelang shalat Jumat.
Kegiatan Grebeg Besar diramaikan dengan kirab rombongan prajurit keraton dan abdi dalem, yang mengiringi gunungan laki-laki (jaler) dan perempuan (estri). Gunungan tersebut diarak dari dalam keraton menuju Masjid Agung, kemudian setelah didoakan diarak kembali ke halaman keraton (Kamandungan).
"Saat tiba di halaman keraton, gunungan yang berisi berbagai makan an dan hasil bumi diserbu para abdi dalem dan masyarakat umum. Saya berharap keluarga saya diberi selamat. Kalau ikut acara ini rasanya lebih enak, keluarga bisa tenteram," ujar Tutik (50), salah satu peserta kirab yang sempat berebutan gunungan dan mendapat rengginang.
Pengageng Keraton Surakarta Hadiningrat KP Edi Wirabumi mengatakan, kegiatan Grebeg Besar digelar keraton untuk melestarikan budaya. Acaranya dari tahun ke tahun tetap sama. "Hanya mungkin yang berubah kuantitas keterlibatan orang dalam acara yang berubah," ujar Edi Wirabumi.
Berbeda dengan Sekatenan yang ramai dikunjungi banyak orang, ritual Grebeg Besar cenderung lebih sepi dan tidak banyak mengundang perhatian masyarakat. Sebagian masyarakat di sekitar keraton mengaku sudah biasa menyaksikan ritual tersebut. Kendati demikian, beberapa wisatawan terlihat menyaksikan kegiatan tersebut.

