PANDEGLANG, KOMPAS.com - Banjir di Kabupaten Pandeglang, Banten, yang terjadi sejak Selasa (24/11) merendam sekitar sembilan wilayah kecamatan dengan ketinggian air rata-rata mencapai 50 cm hingga tiga meter.
Pantauan di Kecamatan Panimbang dan Kecamatan Sukaresmi di Pandeglang, Kamis (26/11), air masih merendam ribuan rumah warga di dua kecamatan tersebut, bahkan jalan akses menuju beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Pandeglang masih terendam hingga mencapai lebih dari 50 cm.
Ratusan warga masih mengungsi di tempat-tempat penampungan sementara seperti masjid, sekolah dan kantor-kantor pemerintah sedangkan sebagian besar warga lainnya bertahan di rumahnya masing-masing meskipun ketinggian air hingga sampai dada orang dewasa. "Saya tetap bertahan di rumah berkumpul dengan keluarga di atas tumpukan tiga amben kayu," kata Carketi warga Kampung Saung Jangkung, Kecamatan Panimbang.
Menurut Carketi, banjir yang terjadi kali ini merupakan banjir yang paling besar. Banjir hampir terjadi setiap tahun di tempatnya, namun kali ini merupakan banjir yang paling parah.
Ia kehilangan hampir seluruh harta benda yang ada di rumahnya, termasuk 15 ton urea dan obat-obat pertanian lainnya hanyut terbawa banjir yang mulai terjadi di lokasi tersebut sejak Rabu (25/11) sekitar pukul 20.00 WIB. "Saya sudah tidak memikirkan harta benda, yang penting menyelamatkan keluarga termasuk tiga anak saya," katanya.
Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi mengatakan banjir yang terjadi tahun ini merupakan yang terbesar yang merendam sekitar sembilan wilayah Kecamatan di Pandeglang.
Pihaknya belum bisa menghitung berapa kerugian harta benda akibat banjir tersebut, karena selain merendam ribuan rumah dan menghancurkan ratusan rumah lainnya, banjir juga merusak seluruh harta kekayaan warga seperti sawah, tambak dan infrastruktur. "Banjir seperti ini terjadi dalam siklus sembilan tahunan, tetapi ini yang paling parah karena ketinggiannya mencapai tiga meter," kata Erwan.
Sembilan wilayah kecamatan yang terendam banjir di Kabupaten Pandeglang tersebut adalah Kecamatan Panimbang, Patia, Pegelaran, Sukaresmi, Perdana, Munjul, Cikeusik, Angsana dan Kecamatan Picung.
Erwan mengatakan banjir disebabkan meluapnya dua sungai yang bermuara di sekitar wilayah tersebut yakni Sungai Cilemer dan Ciliman akibat air kiriman dari wilayah Kabupaten Lebak.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten HM Masduki bersama dinas/instansi terkait saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Panimbang dan Sukaresmi langsung memerintahkan dinas/instansi terkait untuk membuka dapur umum dan melakukan penanganan tanggap darurat terutama bagi warga yang masih mengungsi di penampungan sementara.