Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:40 WIB
Di Pandeglang, Ratuan Keluarga Masih Terisolasi
Josephus Primus | primus | Kamis, 26 November 2009 | 20:26 WIB
|
Share:

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Ratusan kepala keluarga korban banjir di Kecamatan Panimbang dan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang belum tersentuh bantuan karena kesulitan sarana transportasi ke lokasi akibat ketinggian banjir mencapai dua meter.
     
"Kami kesulitan menjangkau lokasi karena harus menggunakan perahu, sementara warga juga kesulitan keluar rumah kerena ketinggian air lebih satu meter," kata Camat Sukaresmi Suaedi Kurdiatna di Pandeglang, Kamis (26/11).
     
Ia mengatakan, di kecamatannya ada sekitar sepuluh dusun yang masih terisolasi akibat banjir, sehingga warga yang ada di kampung tesebut masih terisolasi dan belum mendapatkan bantuan akibat kesulitan akses ke lokasi tesebut karena tidak ada perahu.
     
Beberapa kampung yang masih terisolasi di Kecamatan Sukaresmi di antaranya, kampung Pasirkadi, Kubang Kapil, Karyasari, Weruh dan beberapa kampung lainnya. Bahkan beberapa kampung diantaranya ada yang sudah tiga hari terendam banjir dan belum mendapatkan bantuan sama sekali. "Ada sekitar 20 ribu jiwa di beberapa kampung tersebut belum mendapatkan bantuan," katanya.
     
Sementara itu, Camat Kecamatan Panimbang Anwari Husnira mengatakan, jumlah desa yang terndam banjir di Kecamatan Panimbang sebanyak lima dari enam desa yang ada. Jumlah kepala keluarga korban banjir di lima desa tersebut mencapai 28 ribu jiwa atau sekitar delapan ribu kepala keluarga (KK).
     
Bahkan ada dua desa yakni Mekarsari dan Gombong masih terisolasi dan belum mendapatkan bantuan karena ketinggian air mencapai 2 meter. Selain merendam ribuan rumah, banjir juga merendam sekolah, mesjid dan bangunan lainnya. "Banjir hampir terjadi setiap tahun, namun tidak sebesar tahun ini," kata Anwari.
     
Kordinator Taruan Siaga Bencana Kabupaten Pandeglang Ade Mulyana mengatakan, banjir pertama kali terjadi sekitar Selasa (24/11) malam pukul 22.00 WIB di Kecamatan Patia dan Munjul, namun dua hari berikutnya banjir terus meluas hingga merendam sekitar sembilan wilayah kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
     
"Ketinggian bajir berbeda-beda, rata-rata sekitar 50 cm hingga 3 meter," katanya.
     
Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi mengatakan, banjir yang terjadi tahun ini merupakan banjir yang paling terbesar yang dialami sekitar sembilan Kecamatan di Pandeglang. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut.
     
Pihaknya belum bisa menghitung berapa kerugian harta benda akibat banjir, karena selain merendam ribuan rumah dan menghancurkan ratusan rumah lainnya, banjir juga merusak seluruh harta kekayaan warga seperti sawah, tambak dan merusak infrastruktur. "Banjir ini terjadi dalam siklus sembilan tahunan, tetapi ini yang paling parah karena  ketinggiannya bisa mencapai tiga meter," kata Erwan.
     
Sedangkan, sembilan wilayah kecamatan yang terendam banjir di kabupaten Pandeglang tersebut diantaranya Kecamatan Panimbang, Patia, Pegelaran, Sukaresmi, Perdana, Munjul, Cikeusik dan Kecamatan Picung. "Kami sudah menyalurkan bantuan sembako dan obat-obatan untuk tanggap darurat. Bantuan lainnya menyusul," kata Erwan saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Panimbang dan Sukaresmi bersama Wakil Gubernur Banten HM Masduki.

 

 

Sumber :
Ant